WARTAPTM.ID, SUKABUMI — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) secara resmi melepas 720 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 pada Senin (6/7/2026). Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Berkarya dengan Aksi”, para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, hingga Kabupaten Cianjur.
Program KKN ini menjadi bagian dari komitmen UMMI dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.
Pelepasan peserta KKN turut dihadiri unsur pemerintah daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, jajaran perangkat daerah, pimpinan UMMI, dekan, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Jujun Ratnasari, menjelaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari kurikulum yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“KKN bertujuan mengasah kemampuan mahasiswa dalam bersosialisasi, berkolaborasi, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, KKN UMMI terbagi dalam lima skema. Sebanyak 703 mahasiswa diberangkatkan pada tahap awal, sementara lainnya mengikuti program KKN Muhammadiyah Aisyiyah dan KKN Internasional.
Salah satu program unggulan adalah skema One Village One Department (OVOD) yang melibatkan 438 mahasiswa di 22 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Program ini berfokus pada penanganan stunting dan pengelolaan sampah sebagai isu prioritas di masyarakat.
Selain itu, terdapat KKN Sinergi yang melibatkan 148 mahasiswa di Kecamatan Warungkiara dengan fokus pada mitigasi bencana, serta KKN Khusus yang mengintegrasikan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kegiatan pengabdian.
Mahasiswa juga dituntut tidak hanya menjalankan program, tetapi menghasilkan luaran berupa laporan akhir dan video pemberdayaan masyarakat yang akan dikompetisikan hingga tingkat regional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengapresiasi kontribusi UMMI dalam menyiapkan mahasiswa yang siap terjun langsung ke masyarakat.
Menurutnya, KKN menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan koordinasi, kolaborasi, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“Saya berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, bersikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab selama menjalankan pengabdian di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMMI, Asep Muhamad Ramdan, menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
“KKN adalah kuliah kerja nyata. Mahasiswa harus mampu memetakan persoalan yang ada dan menghadirkan solusi yang dapat menjadi dasar program pengabdian berkelanjutan,” tuturnya.
Be the first to comment