UMKT Perluas Dampak Global Tridarma, Edukasi Budidaya Lebah Kelulut di Thailand

UMKT Perluas Dampak Global Tridarma, Edukasi Budidaya Lebah Kelulut di Thailand
Kegiatan pengabdian internasional UMKT mempertemukan akademisi dan masyarakat dalam upaya membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. (Foto. UMKT).

WARTAPTM.ID, BANGKOK — Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) terus memperluas implementasi tridarma perguruan tinggi di tingkat global melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional. Salah satunya diwujudkan melalui edukasi budidaya lebah tanpa sengat (stingless bee) bagi komunitas Muslim di Thailand.

Kegiatan bertajuk Education and Introduction to Stingless Bees as an Eco-Friendly and Productive Business Opportunity ini dilaksanakan pada 7 Juli 2026 di kawasan Masjid Jawa (Java Mosque), Bangkok, sebagai bagian dari rangkaian Halal Bangkok Expedition 2026.

Dosen Fakultas Farmasi UMKT, Paula Mariana Kustiawan, hadir sebagai narasumber dengan membagikan pengetahuan sekaligus pengalaman riset terkait budidaya lebah kelulut yang memiliki potensi besar sebagai usaha berkelanjutan berbasis sumber daya hayati.

Dalam pemaparannya, Paula menjelaskan bahwa lebah kelulut tidak hanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui proses penyerbukan, tetapi juga menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti madu, propolis, bee pollen, dan beeswax.

“Budidaya lebah kelulut dapat dimulai dari skala rumah tangga dan tidak memerlukan lahan yang luas. Selain menjadi sumber pendapatan, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sebagai peneliti yang telah lama mengembangkan kajian tentang lebah kelulut, Paula juga menguraikan proses hilirisasi hasil riset menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah. Materi yang disampaikan mencakup teknik dasar budidaya, pemeliharaan koloni, pengolahan hasil, hingga strategi pengembangan usaha berbasis komunitas.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi yang berkembang tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga peluang penerapan budidaya lebah kelulut sesuai dengan kondisi lingkungan di Thailand.

Salah satu peserta, Alisha, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait peluang usaha ramah lingkungan yang dapat diterapkan secara sederhana.

“Budidaya lebah tanpa sengat ternyata bisa dilakukan di sekitar rumah dengan lahan terbatas. Selain madu, ada produk lain seperti propolis dan bee pollen yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap dapat mempraktikkannya ke depan,” tuturnya.

Menurut Paula, kegiatan pengabdian internasional ini merupakan bagian dari peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung. Budidaya lebah kelulut merupakan bentuk kewirausahaan hijau yang potensial untuk dikembangkan,” jelasnya.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kiprah UMKT dalam membangun jejaring global melalui transfer pengetahuan dan kolaborasi lintas negara. Selain memperkenalkan inovasi berbasis riset, program ini juga membuka peluang kerja sama lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejalan dengan komitmen Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, pelestarian ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan global.

Melalui inisiatif ini, UMKT menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan inovasi, memperluas jejaring internasional, serta mengimplementasikan tridarma yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat global.

Be the first to comment

Leave a Reply