WARTAPTM.ID, SUKABUMI — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar kegiatan diseminasi dan ekshibisi hasil penelitian bertajuk “Tafsir atas Novel Boenga Roos dari Tjikembang karya Kwee Tek Hoay” yang digelar di Bale Jayaniti, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, komunitas budaya, hingga masyarakat umum sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperluas pemaknaan terhadap karya sastra klasik Indonesia.
Diseminasi tersebut merupakan luaran penelitian yang didanai melalui Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan LPDP dalam skema Penciptaan Karya Kreatif Inovatif. Tim peneliti terdiri atas dosen lintas program studi di UMMI yang mengkaji novel dari berbagai perspektif keilmuan.
Ketua tim peneliti, David Setiadi, menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan tidak hanya membaca teks sastra sebagai cerita, tetapi juga sebagai representasi ruang, identitas, dan proses sosial budaya.
“Dalam novel ini, Sukabumi, Cikembang, dan Batavia bukan sekadar latar, tetapi menjadi ruang yang membentuk identitas tokoh sekaligus menggambarkan proses asimilasi budaya Tionghoa dan Sunda,” ujarnya.
Pendekatan antropologis turut memperkaya pemahaman terhadap dinamika identitas masyarakat. Ibnu Hurri menyoroti bagaimana identitas tidak semata ditentukan oleh asal-usul, tetapi terbentuk melalui pengalaman hidup, relasi sosial, serta penerimaan dalam masyarakat.
Sementara itu, Fauziah Suparman mengangkat nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel, seperti kasih sayang, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama yang relevan dengan dunia pendidikan masa kini.
Kajian juga diperkuat melalui perspektif sosiologi sastra oleh Asep Firdaus yang melihat novel sebagai potret masyarakat transisi pada masa Hindia Belanda, termasuk perjumpaan antara tradisi dan modernitas.
Tidak hanya berhenti pada ruang akademik, kegiatan ini juga menghadirkan proses alih wahana karya sastra ke seni pertunjukan. Sutradara Den Aslam memaparkan bagaimana hasil pembacaan ilmiah diterjemahkan ke dalam bahasa panggung melalui drama musikal.
Sebagai bagian dari penguatan dialog lintas perspektif, kegiatan ini juga menghadirkan penulis dan pemerhati etnis Tionghoa, serta narasumber dari komunitas yang memberikan refleksi atas nilai sejarah dan budaya dalam karya tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pementasan teater “Boenga Roos dari Tjikembang” yang menjadi implementasi konkret hasil penelitian. Melalui pertunjukan tersebut, nilai-nilai budaya dan pesan yang terkandung dalam novel dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih luas dan komunikatif.
Melalui kegiatan ini, UMMI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga mampu dihilirisasikan dalam bentuk karya kreatif yang berdampak bagi masyarakat.
Selain memperkaya khazanah kajian sastra Indonesia, kolaborasi ini juga membuka ruang sinergi lintas disiplin ilmu dalam memahami sejarah, budaya, pendidikan, dan keberagaman melalui pendekatan yang lebih inklusif dan kontekstual.
Be the first to comment