WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Dua dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti pelatihan di Korea Advanced Medical Training Institute (KAMTI), yang berlangsung pada 4–5 Juli 2027 di Korea Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FK UMP dengan K-Medi Hub Korea Selatan dalam pengembangan kapasitas dokter berbasis teknologi dan inovasi medis mutakhir.
Pelatihan tersebut juga diikuti oleh delegasi dari berbagai fakultas kedokteran di Indonesia, di antaranya Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
FK UMP mengirimkan dua dosennya, yakni dr. Titik K., M.Biomed. dan dr. Ratna Wulan, F.Sp.MK., yang mengikuti berbagai sesi pelatihan untuk memperkuat kompetensi klinis serta memperluas wawasan terkait perkembangan layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di tingkat global.
Keikutsertaan ini juga didukung oleh peran Prof. Dr. Shin, selaku Supervisor K-Medi Hub, Ketua Komite Etik Penelitian Republik Korea, sekaligus anggota FERCAP Steering Committee. Kehadirannya memberikan penguatan pada aspek etika penelitian serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara.
Salah satu peserta, dr. Titik K., M.Biomed., mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami merasa sangat senang mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Pelatihan ini memberikan pengalaman baru, wawasan internasional, serta kesempatan belajar langsung dari para ahli di Korea Selatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan di FK UMP,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FK UMP, Dr. dr. M. Mansur Romi, S.U., PA(K)., menyampaikan apresiasi atas partisipasi kedua dosen tersebut sebagai bagian dari strategi internasionalisasi fakultas.
“Partisipasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring global, serta menghadirkan praktik terbaik dalam pendidikan kedokteran,” ungkapnya.
Be the first to comment