PPDS Kedokteran Emergensi Unismuh Makassar Raih Status Terakreditasi Pertama

PPDS Kedokteran Emergensi Unismuh Makassar Raih Status Terakreditasi Pertama

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Program Studi Spesialis Kedokteran Emergensi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar resmi memperoleh status Terakreditasi Pertama dari LAM-PTKes.

Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 0154/LAM-PTKes/Akr.TP/Spe/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026 yang ditandatangani Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa. Penetapan ini menandai terpenuhinya standar mutu awal bagi program studi baru yang telah mengantongi izin dan mulai menjalankan kegiatan akademik.

Sebelumnya, program ini memperoleh izin pembukaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Keputusan Menteri Nomor 969/B/O/2025 tertanggal 3 November 2025. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Emergensi Unismuh kemudian menerima mahasiswa angkatan pertama pada 6 Januari 2026.

Ketua Program Studi, Corona Rintawan, menjelaskan bahwa pembukaan program ini melalui proses persiapan yang berlangsung sekitar tiga tahun. Tim pengelola memastikan kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, sarana pembelajaran, hingga jejaring rumah sakit pendidikan.

Menurutnya, berbagai persyaratan terus disempurnakan, mulai dari kurikulum berbasis kompetensi, tenaga pengajar, tata kelola, hingga dukungan fasilitas klinis.

“Kami telah menyiapkan kurikulum, tenaga pengajar, serta fasilitas pendukung lainnya dengan sebaik mungkin. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis kegawatdaruratan di Indonesia,” ujarnya.

Evaluasi lapangan yang dilaksanakan pada September 2025 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek, LLDIKTI Wilayah IX, LAM-PTKes, Konsil Kesehatan Indonesia, serta rumah sakit pendidikan.

Tim evaluator menilai kesiapan dokumen kurikulum, dosen dan dokter pendidik klinis, laboratorium keterampilan, serta kecukupan layanan kasus di rumah sakit pendidikan.

PPDS Kedokteran Emergensi Unismuh Makassar memiliki kekhasan pada penanganan kegawatdaruratan dan kebencanaan. Fokus ini dinilai relevan dengan posisi Makassar sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Indonesia timur.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Suryani As’ad, menyatakan bahwa kehadiran program ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan di Unismuh.

Ia menekankan pentingnya sistem akademik dan tata kelola yang kuat sejak awal penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

“Program pendidikan dokter spesialis ini bukan hanya tentang peningkatan kompetensi klinis, tetapi juga pembentukan karakter profesional yang berintegritas, beretika, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Andi Sukri Syamsuri, menilai capaian ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan di Unismuh.

Menurutnya, status Terakreditasi Pertama menjadi fase lanjutan setelah izin pembukaan program dan penerimaan mahasiswa, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan mutu berkelanjutan.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa pendidikan dokter spesialis harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Ia berharap lulusan program ini tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki komitmen kemanusiaan, profesionalisme, dan semangat pengabdian.

“Dalam pandangan kami, profesi di bidang kesehatan adalah ladang dakwah yang sangat luas. Melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, Unismuh ingin melahirkan tenaga kesehatan yang tidak sekadar terampil, tetapi juga berakhlak dan berempati,” ujarnya.

Status Terakreditasi Pertama berlaku paling lama dua tahun sejak penerimaan mahasiswa angkatan pertama. Program studi diwajibkan mengajukan akreditasi lanjutan sebelum masa berlaku tersebut berakhir.

Dengan capaian ini, PPDS Kedokteran Emergensi Unismuh Makassar diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dokter spesialis serta memperkuat layanan kegawatdaruratan, khususnya di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur.

Be the first to comment

Leave a Reply