UMP Lepas Ribuan Mahasiswa KKN, Siap Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

UMP Lepas Ribuan Mahasiswa KKN, Siap Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) secara resmi melepas 1.391 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 di Lapangan Mas Mansur UMP, Rabu (22/7/2026). Ribuan mahasiswa tersebut akan diterjunkan melalui berbagai skema pengabdian sebagai bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Pelepasan peserta KKN ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Badan Pembina Harian (BPH), Rektor, para wakil rektor, hingga dekan dan sivitas akademika. Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan bahwa KKN merupakan program strategis UMP dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Panitia KKN UMP, Purnadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa 1.391 mahasiswa tersebut terdiri atas 1.225 peserta KKN Reguler, 85 peserta KKN Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs), 71 peserta KKN Tematik, dan 9 peserta KKN Internasional.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, dan Wonosobo. Sementara itu, KKN Muhammadiyah Aisyiyah akan dilaksanakan di Malang, dan KKN Internasional berlangsung di Hong Kong.

“Harapannya mahasiswa dapat berkontribusi kepada masyarakat sebagai agent of change dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa, sehingga KKN Berdampak dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Purnadi.

Menurutnya, konsep KKN Berdampak dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah setempat.

Sementara itu, Rektor UMP, Jebul Suroso, menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari visi Persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadirkan perguruan tinggi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Sebagai center of excellence, peran Anda adalah menjadi agent of problem solving, menjadi kreator yang memiliki inovasi, dan itu betul-betul bisa diterapkan di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu membawa kreativitas, inovasi, serta kompetensi akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang solutif dan berkelanjutan. Program KKN, menurutnya, harus selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hukum, dan kehidupan sosial.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional.

“Teman-teman sekalian, KKN hari ini kita lakukan untuk mengejawantahkan visi dan kehendak Persyarikatan Muhammadiyah. Perguruan tinggi keberadaannya mesti menjadi center of excellence dan driving force. Kalau Anda bisa mewujudkan itu, maka KKN UMP sekaligus juga mewujudkan Asta Cita Pemerintah dan harapan Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkap Jebul.

Menutup sambutannya, Rektor berpesan agar mahasiswa mengedepankan semangat belajar bersama masyarakat serta tidak bersikap menggurui dalam menjalankan program KKN.

“Jangan datang sebagai orang pintar yang menggurui, tetapi jadilah orang pintar yang mau belajar dan memanfaatkan potensi masyarakat. Mudah-mudahan KKN di mana pun berada akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi kalian semua,” pungkasnya.

Melalui program KKN ini, UMP kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan kolaborasi, serta semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Be the first to comment

Leave a Reply