Pendaftar Mahasiswa Internasional UM Bengkulu Tembus 2.300, Perkuat Jejak Global Kampus Muhammadiyah

Pendaftar Mahasiswa Internasional UM Bengkulu Tembus 2.300, Perkuat Jejak Global Kampus Muhammadiyah

WARTAPTM.ID, BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) mencatat lonjakan signifikan jumlah pendaftar mahasiswa internasional pada tahun 2026. Hingga sepuluh hari menjelang penutupan pendaftaran, jumlah peminat telah mencapai 2.300 orang yang berasal dari lebih dari 40 negara.

Capaian ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 1.200 pendaftar. Kenaikan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UM Bengkulu.

Kepala UM Bengkulu Global Engagement (UGE), Andi Azhar, menegaskan bahwa peningkatan ini memiliki makna strategis bagi pengembangan kampus di level internasional.

“Tahun lalu pendaftar internasional kami berada di angka 1.200 orang. Tahun ini, sementara pendaftaran masih berlangsung sepuluh hari lagi, jumlahnya sudah mendekati 2.300 orang dari lebih 40 negara. Ini menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan bahkan sebelum masa pendaftaran resmi berakhir,” ujarnya, Selasa (25/7).

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut menandai mulai diperhitungkannya Bengkulu dalam peta pendidikan tinggi global.

“Bengkulu mungkin belum menjadi nama yang lazim dikenal calon mahasiswa asing. Namun kini mulai diperbincangkan dalam berbagai forum pendidikan lintas negara. Ini menjadi pertanda bahwa UM Bengkulu sedang menapaki jalan menuju kampus berdaya saing global,” katanya.

Menurut Andi, meningkatnya minat mahasiswa internasional tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari penguatan mutu akademik, tata kelola, dan jejaring internasional yang dibangun secara berkelanjutan.

Salah satu faktor penting adalah capaian lima program studi yang telah meraih akreditasi Unggul. Selain itu, UM Bengkulu juga didukung oleh dosen dengan pengalaman pendidikan dan pengajaran di berbagai negara.

“Banyak dosen kami merupakan lulusan luar negeri dan aktif mengajar di berbagai institusi internasional. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih siap menghadapi lingkungan akademik multikultural,” jelasnya.

Dari sisi layanan, proses pendaftaran telah dilakukan secara digital melalui sistem terintegrasi, sehingga memudahkan calon mahasiswa dari berbagai negara. UM Bengkulu juga menyediakan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bekal awal bagi mahasiswa internasional.

Selain kesiapan akademik, UM Bengkulu juga menekankan pentingnya lingkungan sosial yang inklusif. Mahasiswa internasional akan mendapatkan pendampingan sejak awal melalui program orientasi, pengenalan budaya, hingga dukungan mahasiswa sebaya.

Keunikan lain terletak pada penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam proses pembelajaran.

“Banyak mahasiswa dari negara mayoritas Muslim tertarik karena ingin belajar di lingkungan yang tetap menjaga nilai keislaman. AIK mengajarkan Islam yang moderat, terbuka, dan menghargai keberagaman,” ungkap Andi.

UM Bengkulu juga membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang, termasuk dari wilayah yang tengah menghadapi konflik atau krisis kemanusiaan. Bagi kampus ini, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan global.

“Kami membuka pintu tanpa membedakan asal negara. Siapa pun yang datang dengan niat menuntut ilmu akan kami sambut sebagai bagian dari keluarga besar UM Bengkulu,” tuturnya.

Memasuki masa akhir pendaftaran, UM Bengkulu tetap menekankan kualitas seleksi dan layanan sebagai prioritas utama. Ke depan, kampus ini berkomitmen memperluas jejaring kerja sama internasional serta memperkuat reputasi global melalui berbagai indikator mutu.

Langkah tersebut mencakup upaya menuju pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings.

UM Bengkulu terus membuka peluang bagi generasi muda dunia untuk menempuh pendidikan tinggi dalam lingkungan akademik yang unggul, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dengan capaian ini, UM Bengkulu tidak hanya memperluas jangkauan internasionalnya, tetapi juga menegaskan peran sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban global.

Be the first to comment

Leave a Reply