WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendorong penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan yang menyasar aspek legalitas, identitas usaha, hingga transformasi digital.
Program ini dilaksanakan di lima desa, yakni Desa Tejowangi dan Pucangsari di Kabupaten Pasuruan, serta Desa Kendalsewu, Glagaharum, dan Sumokembangsri di Kabupaten Sidoarjo.
Pendampingan dilakukan secara kontekstual, menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Mahasiswa membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pembuatan QRIS, pencantuman lokasi usaha di Google Maps, desain banner, hingga promosi melalui media sosial.
Di Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, mahasiswa KKN P 4 Umsida menginisiasi program digitalisasi UMKM dengan melibatkan 13 pelaku usaha.
Selain membantu pembuatan titik lokasi di Google Maps dan QRIS, mahasiswa juga membentuk Grup WhatsApp Digitalisasi UMKM sebagai ruang promosi bersama yang kini telah diikuti sekitar 200 anggota.
Salah satu pelaku usaha, Rikso, pemilik Toko Kelontong Ideal Mart, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
“Pelanggan kini lebih mudah menemukan tempat usaha, sedangkan ulasan yang diberikan pembeli dapat meningkatkan kepercayaan calon konsumen,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran QRIS mempermudah proses transaksi, terutama bagi pelanggan yang terbiasa dengan pembayaran digital.
Pendampingan serupa dilakukan di Desa Kendalsewu, Kecamatan Tarik. Mahasiswa KKN-T 21 Umsida mendampingi delapan pelaku UMKM melalui pendataan, pengajuan NIB melalui sistem OSS, hingga pencantuman lokasi usaha di platform digital.
Penanggung jawab program, Ahmad Rosyidun Nafi, menekankan pentingnya integrasi antara legalitas dan visibilitas digital.
“Kami ingin membantu pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha yang jelas sekaligus lebih mudah ditemukan oleh pelanggan melalui Google Maps. Banner yang kami buat juga diharapkan dapat memperkuat identitas usaha,” jelasnya.
Sementara itu, di Desa Sumokembangsri, mahasiswa KKN T 30 Umsida mendampingi tiga pelaku usaha, mulai dari produk kuliner hingga minuman herbal. Pendampingan meliputi dokumentasi produk, pembaruan informasi usaha, hingga promosi melalui media sosial.
Upaya peningkatan kapasitas UMKM juga dilakukan melalui Workshop Digital Branding di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi.
Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK ini membahas tahapan membangun identitas merek, mulai dari pembuatan logo hingga strategi pemasaran digital.
Peserta diajak memahami pentingnya konsistensi identitas visual dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Program KKN Umsida menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada legalitas, identitas, dan kemampuan adaptasi terhadap ekosistem digital.
Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya transformasi usaha di era digital. (Tim KKN P dan T Umsida).
Be the first to comment