Mahasiswa UMJT Raih Juara 1 Retro Act Challenge, Angkat Iklan Jadul dengan Sentuhan Gen Z

Mahasiswa UMJT juara Retro Act

WARTAPTM.ID, MADIUN — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa UMJT berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Retro Act Challenge kategori video iklan retro pada kompetisi Kumophoria Retro Ads “Make Some Noise” yang diselenggarakan oleh Universitas Merdeka Malang.

Tim tersebut terdiri atas Farah Faza Fariha dan Moch Zakki Nur Arifin dari Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Mohammad Rizqy Al-Farrel dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas mahasiswa UMJT dalam mengintegrasikan kreativitas, kemampuan teknis, serta pemahaman akademik dalam karya yang kompetitif.

Dalam kompetisi tersebut, tim UMJT menghadirkan video iklan bertema minuman teh botol dengan pendekatan retro yang dipadukan sentuhan generasi muda.

Farah Faza Fariha menjelaskan bahwa konsep video terinspirasi dari iklan-iklan lawas yang kemudian dikemas ulang dengan gaya komunikasi yang relevan saat ini.

“Kami mengangkat kembali konsep iklan jadul dengan gaya komunikasi yang sama, kemudian dipadukan dengan sentuhan Gen Z agar lebih segar dan menarik,” ujarnya, Kamis (6/8/2026)..

Pendekatan ini menjadi kekuatan utama karya mereka, dengan menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus inovasi visual yang kontekstual.

Dalam proses produksi, tim membagi peran secara efektif. Farah dan Farel berperan sebagai model dalam video, sementara Zakki bertanggung jawab pada proses penyuntingan.

Mohammad Rizqy Al-Farrel menuturkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menyelesaikan proyek secara optimal.

“Kami membagi peran sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menjadi talent, ada yang fokus pada editing, sehingga proses produksi berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Dari sisi teknis, video diproduksi melalui proses pengambilan gambar selama dua hari, dilanjutkan dengan tahap penyuntingan selama lima hari menggunakan berbagai perangkat lunak seperti CapCut, Adobe Premiere, dan Corel.

Zakki Nur Arifin menambahkan bahwa proses kreatif dilakukan dengan mengolah ulang referensi visual menjadi karya baru yang lebih segar.

“Kami membuat video baru dengan konsep remix dari referensi yang ada, lalu diperkaya dengan efek visual agar lebih menarik,” ungkapnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan tim dalam mengimplementasikan materi perkuliahan ke dalam praktik nyata. Penilaian lomba meliputi aspek pesan, kejelasan produk, serta kualitas sinematografi.

Farah mengaku optimistis sejak awal mengikuti kompetisi, meskipun tetap menjadikan pengalaman sebagai tujuan utama.

“Awalnya kami ingin menambah pengalaman. Alhamdulillah kami juga yakin dengan konsep yang kami buat, hingga akhirnya bisa meraih juara pertama,” katanya.

Ia juga berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di ajang-ajang berikutnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMJT mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di sejumlah kota. Selain itu, capaian ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam membentuk kompetensi mahasiswa.

“Saya merasakan manfaat pembelajaran di kampus, karena mampu membekali mahasiswa untuk memiliki kompetensi dan siap berkompetisi,” pungkas Zakki.

Ke depan, prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik institusi di berbagai ajang kompetisi.

Be the first to comment

Leave a Reply