WARTAPTM.ID, TEGAL – Sebanyak 80 mahasiswa dan dosen Tegal Muhammadiyah University (TMU) mengikuti kunjungan industri lintas program studi ke Bali selama lima hari, 9–13 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi kunjungan industri perdana TMU yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi secara bersama-sama.
Rombongan diberangkatkan dari Kampus 2 TMU Kota Tegal pada Ahad (9/8/2026). Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar di luar kelas agar mahasiswa dapat melihat secara langsung penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam dunia industri, kewirausahaan, jasa keuangan, pemerintahan, hingga pariwisata.
Wakil Rektor I TMU, Teguh Rimbawan, mengatakan kunjungan tersebut tidak dirancang sekadar sebagai perjalanan mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan profesional yang beragam.
“Ini merupakan kunjungan industri perdana TMU yang melibatkan peserta lintas fakultas dan program studi S1. Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas, tidak hanya dari teori di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana dunia industri, kewirausahaan, sektor jasa keuangan, dan pariwisata bekerja,” kata Teguh.
Bali dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki beragam sektor yang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.
Selama berada di Bali, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah institusi dan sektor, antara lain industri garmen, sektor industri lokal dan kewirausahaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, serta Dinas Pariwisata Bali.
Setiap lokasi memberikan perspektif pembelajaran yang berbeda. Pada sektor industri garmen, mahasiswa dapat mengamati secara langsung proses dan lingkungan kerja industri. Sementara kunjungan ke sektor usaha lokal memberikan gambaran mengenai praktik kewirausahaan serta cara pelaku usaha mengembangkan potensi ekonomi daerah menjadi peluang bisnis.
Kunjungan ke OJK Bali menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai jasa keuangan, literasi keuangan, regulasi, serta peran lembaga keuangan dalam mendukung perekonomian.
Adapun kunjungan ke Dinas Pariwisata Bali memberikan perspektif mengenai pengelolaan destinasi, pengembangan potensi daerah, dan strategi penguatan sektor pariwisata.
Ragam lokasi tersebut membuat mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan yang berkaitan dengan bidang studinya masing-masing, tetapi juga melihat keterkaitan berbagai sektor dalam kehidupan profesional.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut ialah komposisi peserta yang berasal dari berbagai program studi. Mahasiswa dengan latar belakang keilmuan berbeda mengikuti rangkaian kegiatan yang sama dan memperoleh kesempatan untuk mengamati persoalan dari perspektif yang beragam.
Teguh menilai pengalaman lintas disiplin penting bagi mahasiswa karena dunia kerja tidak berjalan secara terpisah berdasarkan bidang keilmuan.
“Kita ingin mahasiswa melihat bahwa dunia kerja tidak berjalan secara terpisah berdasarkan program studi. Ada keterhubungan antara industri, kewirausahaan, keuangan, pemerintahan, dan pariwisata. Karena itu, pengalaman lintas disiplin seperti ini penting untuk membangun wawasan,” ujarnya.
Menurutnya, interaksi dengan berbagai sektor juga dapat membantu mahasiswa mengenali peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan. Pengalaman berinteraksi dengan pelaku industri dan institusi profesional diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menentukan arah karier maupun mengembangkan gagasan kewirausahaan.
Bagi TMU, kunjungan industri tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang belajar mahasiswa. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Industri, lembaga pemerintah, sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha menjadi ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa memahami persoalan secara lebih kontekstual. Dengan melihat aktivitas secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi nyata.
“Harapannya, setelah kembali dari Bali, mahasiswa tidak hanya membawa cerita perjalanan, tetapi membawa pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan inspirasi baru yang bisa dikembangkan dalam kegiatan akademik maupun kewirausahaan,” tambah Teguh.
Selama lima hari kegiatan, mahasiswa tidak hanya diajak mengamati aktivitas di setiap lokasi kunjungan, tetapi juga didorong untuk bertanya, berdiskusi, dan mengambil pembelajaran dari pengalaman yang diperoleh.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal TMU dalam membangun pengalaman pembelajaran yang lebih kolaboratif dan kontekstual. Melalui ruang belajar di luar kampus, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas mengenai dunia profesional sekaligus memahami keterkaitan antara berbagai bidang keilmuan.
Pada akhirnya, kunjungan industri lintas program studi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar TMU untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, membangun jejaring, membaca peluang, dan menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Be the first to comment