UMPO Perkuat Kesiapan Tim Pengabdi melalui Monev Internal DPPM 2026

UMPO Perkuat Kesiapan Tim Pengabdi melalui Monev Internal DPPM 2026

WARTAPTM.ID, PONOROGO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) memperkuat kesiapan tim pengabdi menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal DPPM Tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui Monev Internal Program DPPM yang melibatkan 15 tim pengabdian dari tiga perguruan tinggi, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2 Gedung Rektorat UMPO tersebut diikuti tim pengabdian dari UMPO, Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Dari 15 proposal yang dievaluasi, delapan berasal dari UNIPMA, tiga dari UMPO, dan empat dari UNIDA.

Kepala LPPM UMPO, Sudarno, mengatakan monev internal menjadi kesempatan bagi tim pengabdi untuk mengukur perkembangan program sekaligus memastikan target dan luaran yang telah direncanakan dapat tercapai.

“Melalui monev ini, masing-masing tim dapat melihat sejauh mana program telah berjalan sesuai rencana sekaligus mendapatkan masukan untuk penyempurnaan sebelum menghadapi monev eksternal,” ujarnya.

Monev tersebut menghadirkan reviewer Yus Mochamad Cholily, dan Luluk Sulistiyo Budi. Keduanya memberikan masukan terhadap perkembangan program, capaian luaran, serta berbagai kendala yang masih dihadapi tim pengabdi.

Yus menekankan pentingnya kesiapan tim sebelum mengikuti evaluasi eksternal. Menurutnya, monev internal harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan sejak awal.

“Monev internal ini adalah untuk persiapan monev eksternal, agar ketika monev eksternal sudah siap agar bisa lolos pendanaan untuk tahun selanjutnya,” ungkapnya.

Ia juga meminta tim pengabdi menyampaikan perkembangan program secara terbuka dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Sampaikan sesuai dengan apa yang sudah dilaksanakan, baik kelebihan maupun kekurangannya. Katakan sejujur-jujurnya agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki,” pesannya.

Sementara itu, Luluk Sulistiyo Budi mendorong para pengabdi menjadikan monev sebagai ruang diskusi untuk mengidentifikasi persoalan dan merumuskan langkah perbaikan.

Dalam evaluasi, setiap tim memaparkan perkembangan pelaksanaan program, capaian luaran, kendala, serta hasil yang telah diperoleh. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan program pengabdian berjalan sesuai target dan memiliki manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UMPO, Rido Kurnianto. Ia memberikan dukungan terhadap proses evaluasi dan berharap monev internal dapat membantu tim mempersiapkan program secara lebih matang sebelum memasuki tahapan eksternal.

Melalui monev internal ini, LPPM UMPO bersama UNIPMA dan UNIDA tidak hanya mengevaluasi pelaksanaan program, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas luaran dan keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat.

Hasil evaluasi diharapkan menjadi pijakan bagi tim pengabdi untuk melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi Monev Eksternal DPPM Tahun 2026.

Be the first to comment

Leave a Reply