WARTAPTM.ID, MALANG – Asosiasi Program Studi Informatika Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSI-PTMA) menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat kualitas pendidikan informatika di lingkungan PTMA. Penguatan sumber daya manusia (SDM) dosen, sistem penjaminan mutu, serta kolaborasi dengan dunia industri menjadi sejumlah fokus kepengurusan APSI-PTMA periode 2026–2028.
Arah tersebut dibahas dalam Pra-Rapat Kerja Nasional (Pra-Rakernas) APSI-PTMA yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 7–8 Agustus 2026. Pertemuan tersebut diikuti jajaran pengurus untuk menyusun program kerja sekaligus indikator kinerja yang dapat diukur dan dievaluasi.
Ketua Umum APSI-PTMA, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan program kerja asosiasi harus memberikan manfaat nyata bagi program studi anggota.
“Kita ingin APSI-PTMA hadir sebagai asosiasi yang memberikan manfaat nyata kepada anggota. Karena itu, program kerja harus diterjemahkan menjadi indikator dan target yang jelas, sehingga capaian organisasi dapat diukur dan dievaluasi,” ujar Slamet.
Salah satu fokus yang dibahas adalah penguatan kapasitas dosen melalui fasilitasi pengembangan jabatan akademik, studi lanjut, dan sertifikasi kompetensi. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional yang mendukung pengembangan program studi.
APSI-PTMA juga mendorong percepatan peningkatan jumlah dosen yang mencapai jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Penguatan SDM tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, serta reputasi akademik program studi informatika di lingkungan PTMA.
Selain pengembangan SDM, APSI-PTMA menempatkan kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) sebagai bagian dari agenda penguatan program studi.
Kolaborasi dengan industri diarahkan untuk memperluas ruang kerja sama sekaligus memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu bentuknya adalah penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan tersebut, program studi didorong untuk memastikan proses pembelajaran berorientasi pada capaian kompetensi yang dibutuhkan lulusan.
Penguatan hubungan dengan industri juga diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis serta meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Di sisi lain, peningkatan mutu program studi menjadi bagian penting dari agenda APSI-PTMA. Asosiasi mendorong program studi anggota untuk memperkuat sistem penjaminan mutu dan memenuhi berbagai indikator yang diperlukan dalam proses akreditasi.
Target tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah program studi informatika PTMA yang mampu meraih akreditasi Unggul.
Pra-Rakernas di UMM menjadi tahap awal konsolidasi program kerja kepengurusan APSI-PTMA periode 2026–2028. Hasil pembahasan akan menjadi dasar pelaksanaan program sekaligus bahan evaluasi pada agenda organisasi berikutnya.
APSI-PTMA juga telah menetapkan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah Rakernas APSI-PTMA 2027.
Dalam agenda tersebut, pengurus akan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian indikator kinerja yang telah ditetapkan. Kolaborasi antarkampus juga akan terus diperkuat untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta kerja sama yang memberikan manfaat bagi program studi anggota.
Melalui semangat Connect, Collaborate, and Create Impact, APSI-PTMA menempatkan kolaborasi sebagai salah satu strategi untuk memperkuat pendidikan informatika di lingkungan PTMA.
Penguatan SDM, mutu akademik, kurikulum, dan jejaring industri diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas program studi, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan Informatika PTMA menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi di tingkat nasional maupun global.
Be the first to comment