Duta Pencerah Umsida Gen 2 Terpilih, Siap Jadi Representasi Kampus

Duta Pencerah Umsida Gen 2 Terpilih, Siap Jadi Representasi Kampus

WARTAPTM.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melakukan regenerasi Duta Pencerah melalui Audisi Calon Duta Pencerah Umsida Gen 2, Kamis (27/8/2026). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri menjadi representasi Umsida dalam berbagai kegiatan.

Antusiasme mahasiswa mengikuti program tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dari proses seleksi yang dilakukan, sebanyak 24 peserta mengikuti audisi hingga akhirnya terpilih 12 mahasiswa sebagai Duta Pencerah Umsida Gen 2.

Pembina Duta Pencerah Umsida, Alfaro M. Recoba, M.I.Kom., mengatakan keberadaan Duta Pencerah tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan kehumasan kampus. Program tersebut juga menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan penampilan di hadapan publik.

“Duta ini didirikan untuk menjadi kepanjangan tangan Humas. Humas merupakan pihak yang berhadapan dengan publik, sehingga kita membutuhkan banyak sumber daya untuk itu,” ujar Alfaro.

Selain mendukung aktivitas kehumasan, Duta Pencerah juga menaungi mahasiswa yang memiliki potensi dalam bidang public speaking, manner, serta prestasi akademik maupun nonakademik.

Menurut Alfaro, kemampuan mengenali kampus menjadi bekal penting bagi setiap Duta Pencerah. Pengetahuan tersebut diperlukan agar mereka mampu menyampaikan informasi mengenai Umsida kepada masyarakat dan pihak eksternal secara tepat.

Meningkatnya jumlah pendaftar pada audisi Gen 2 menjadi salah satu indikator berkembangnya minat mahasiswa terhadap program tersebut. Alfaro menilai pengalaman positif para Duta Pencerah generasi pertama turut mendorong mahasiswa untuk mengikuti program serupa.

“Mereka cukup banyak merasakan impact positif untuk menunjang karier. Banyak pengalaman yang menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan teman-teman,” jelasnya.

Setelah terpilih, Duta Pencerah Gen 2 akan menjalani pembinaan sekaligus membentuk struktur kepengurusan. Mereka nantinya terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, terutama yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dan protokoler.

Pembekalan awal meliputi beauty class, pelatihan public speaking, serta pelatihan penampilan di hadapan publik. Para Duta Pencerah Gen 2 juga akan diperkenalkan kepada warga Umsida melalui kegiatan Fortama pada September mendatang.

Alfaro berharap pengalaman yang diperoleh selama menjadi Duta Pencerah dapat menjadi modal mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.

“Harapan saya, teman-teman yang pernah mengikuti Duta ini ketika masuk ke dunia industri atau setelah perkuliahan dapat menjadi sosok yang memiliki value masing-masing,” tuturnya.

Bagi mahasiswa, Duta Pencerah juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun identitas diri. Salah satunya Devi Sheila Putri, mahasiswa Program Studi Manajemen semester 7. Ia mengikuti program tersebut karena ingin mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminatinya.

Dalam tahapan audisi, Devi memilih penampilan bakat sebagai salah satu bagian yang dipersiapkan secara khusus. Ia membawakan storytelling legenda dari Kalimantan Barat berjudul Batu Menangis.

Sementara itu, Rizqy Agung Dzikrillah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 3, mengaku tertarik mengikuti Duta Pencerah setelah melihat penampilan generasi sebelumnya saat Fortama ketika dirinya masih menjadi mahasiswa baru.

“Saya juga ingin mempelajari bagaimana cara mendalami organisasi dan juga ingin membranding diri saya sendiri,” ujar Rizqy.

Dalam audisi tersebut, Rizqy menampilkan musikalisasi puisi dan trik mayoret modern. Ia mengaku persiapan penampilan menjadi salah satu tantangan karena membutuhkan proses latihan yang cukup panjang.

Regenerasi Duta Pencerah Umsida Gen 2 menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan wajah kampus dalam berbagai kegiatan. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari proses pengembangan mahasiswa agar memiliki kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, pengalaman berorganisasi, serta kesiapan menghadapi dunia profesional.

Be the first to comment

Leave a Reply