WARTAPTM.ID, BLORA – STKIP Muhammadiyah Blora memperkuat persiapan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa melalui koordinasi bersama kepala sekolah dasar (SD) mitra se-Kabupaten Blora. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyelaraskan kesiapan teknis dan administratif mahasiswa sebelum terjun langsung ke lingkungan sekolah.
Koordinasi ini sekaligus menjadi ruang bagi kampus dan sekolah mitra untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan PPL. Kolaborasi tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengelola kelas, serta menerapkan pengetahuan dan strategi pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.
Wakil Ketua STKIP Muhammadiyah Blora, Ahmad Teguh Purnawanto, mengatakan keterlibatan sekolah mitra memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan secara nyata.
Menurutnya, PPL tidak semata-mata menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan kompetensi dan karakter calon pendidik.
“Program PPL bukan sekadar formalitas akademik untuk memenuhi bobot SKS. Ini adalah wahana penguji kompetensi dan mentalitas calon pendidik. Melalui arahan langsung dari para kepala sekolah dan guru pamong di lapangan, mahasiswa dapat menyerap pengalaman praktis yang tidak didapatkan di dalam ruang kuliah,” ujar Teguh kepada tim humas, Kamis, (27/8/2026).
Ia menambahkan, mahasiswa perlu menjadikan integritas, kedisiplinan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran sebagai bagian penting selama menjalankan PPL.
Kampus, lanjut Teguh, berkomitmen memastikan mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif melalui gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sekolah.
Kolaborasi tersebut mendapat respons positif dari para kepala sekolah SD mitra. Pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk mendampingi mahasiswa selama menjalankan PPL, termasuk melalui penugasan guru pamong yang memiliki kompetensi dan pengalaman.
Perwakilan kepala sekolah SD mitra menilai kehadiran mahasiswa PPL dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan keterampilan mengajar secara langsung, sedangkan sekolah mendapat tambahan energi dan gagasan baru dalam mendukung proses pembelajaran.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PPL dari STKIP Muhammadiyah Blora. Kerja sama ini menciptakan iklim saling menguntungkan. Mahasiswa mendapatkan wadah mengasah keterampilan mengajar, sementara sekolah kami terbantu oleh semangat dan ide-ide inovatif berbasis teknologi yang dibawa para mahasiswa,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, kampus dan sekolah mitra juga membahas sejumlah aspek teknis pelaksanaan PPL. Pembahasan mencakup kriteria evaluasi kinerja mahasiswa, pemetaan jadwal mengajar, serta tata tertib yang harus dipatuhi selama berada di sekolah.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan PPL berjalan terarah dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.
Bagi STKIP Muhammadiyah Blora, kemitraan dengan sekolah menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadapi dinamika pembelajaran di lapangan.
Melalui PPL, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola pembelajaran sekaligus memahami tanggung jawab dan etika profesi pendidik. Kolaborasi antara kampus dan sekolah mitra pun diharapkan terus berkembang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora.
Be the first to comment