Paduan Suara UMY Raih Tiga Medali Emas di Ajang Internasional Malaysia

Paduan Suara UMY Raih Tiga Medali Emas di Ajang Internasional di Malaysia

WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice (SSV) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menorehkan prestasi di panggung internasional. Sebanyak 40 mahasiswa UMY berhasil meraih tiga medali emas dalam Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival (MCE ICF) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19–23 Agustus 2026.

Tiga medali emas tersebut diraih PSM SSV UMY melalui tiga kategori. Pada kategori Folk & Indigenous Music, tim UMY menempati posisi ketiga. Sementara pada Mixed Youth Category, PSM SSV UMY berada di posisi kedua.

Adapun capaian tertinggi diraih pada kategori Equal Voices SA Category dengan menempati posisi pertama.

Tak berhenti di tiga medali emas, PSM SSV UMY juga berhasil melaju sebagai Grand Prix Finalist. Babak tersebut mempertemukan para pemenang dari berbagai kategori untuk kembali bersaing memperebutkan posisi terbaik dalam kompetisi.

Kepala Subdirektorat Minat, Bakat, dan Kepemimpinan UMY, Muhammad Muttaqien, mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi PSM SSV tidak hanya membawa nama UMY, tetapi juga memperkenalkan Indonesia melalui seni paduan suara di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, sangat bangga dan bahagia. Adik-adik tidak hanya membawa nama UMY, tetapi juga negeri ini di ranah internasional melalui perpaduan suara yang harmonis dan mampu bersaing dengan paduan suara dari negara-negara lain,” ujar Muttaqien, Ahad (30/8/2026).

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa. UMY, kata dia, terus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik.

Saat ini, UMY memiliki 29 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta tiga lembaga yang menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa. PSM SSV merupakan salah satu UKM yang aktif mengembangkan kemampuan mahasiswa di bidang seni suara.

“Kampus berusaha memberikan dukungan semaksimal mungkin melalui pendampingan dan fasilitas, seperti subsidi pendanaan, perizinan, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Pelatih PSM SSV UMY, Tri Setyo Mutiara, mengatakan keikutsertaan dalam MCE ICF 2026 tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan berinteraksi dengan kelompok paduan suara dari berbagai negara.

Menurutnya, kompetisi di Kuala Lumpur memiliki tingkat persaingan yang tinggi karena diikuti peserta dari berbagai kawasan, termasuk Asia dan Eropa.

“Pesertanya tidak hanya dari Asia, tetapi juga Eropa,” ujar Tri.

Salah satu pengalaman penting yang diperoleh mahasiswa ialah melalui skema Friendship Concert. Dalam agenda tersebut, para peserta memiliki kesempatan untuk menyaksikan penampilan kelompok lain sekaligus belajar dari teknik dan karakter musikal yang berbeda.

Bagi Tri, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat secara langsung standar penampilan paduan suara internasional. Hal itu sekaligus mendorong PSM SSV untuk melakukan evaluasi dan terus memperbaiki kualitas penampilan.

Kompetisi MCE ICF 2026 diikuti sekitar 200 peserta dengan jajaran juri yang berasal dari berbagai negara, antara lain Italia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Belgia, Denmark, Malaysia, Filipina, Spanyol, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia.

Keberhasilan meraih tiga medali emas dan melaju sebagai Grand Prix Finalist menjadi capaian penting bagi PSM SSV UMY. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang pengembangan minat dan bakat di perguruan tinggi, termasuk seni paduan suara dapat menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk berprestasi di tingkat internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply