WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyalurkan beasiswa senilai Rp34.159.205.850 bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Beasiswa tersebut diberikan melalui berbagai skema untuk mendukung akses pendidikan sekaligus pengembangan prestasi mahasiswa.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis dalam agenda Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru UMY 2026 di Gedung Sportorium UMY, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 3.000 orang tua dan wali mahasiswa baru.
Beasiswa diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi, Hafidz, KIP, Talenta Atlet, Seni dan Sains, Qori’, Tapak Suci, Sepak Bola, KAUM, serta Beasiswa Mahasiswa Asing.
Sekretaris Universitas UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan berbagai fasilitas dan layanan kampus diarahkan untuk mendukung mahasiswa dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“UMY terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, baik melalui proses pembelajaran, pengembangan bakat, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan,” ujar Bachtiar.
Dalam agenda tersebut, UMY juga memperkenalkan visi dan misi universitas, profil pimpinan, fasilitas mahasiswa, capaian prestasi, aktivitas sosial, serta hasil placement test mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Gagal Seleksi, Fina Kembali Mencoba
Di antara penerima beasiswa tahun ini terdapat Qul Robbi Alfina Rohmah atau Fina, penerima Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi UMY 2026. Kesempatan tersebut diperolehnya setelah melalui proses seleksi dan perjuangan yang tidak singkat.
Fina sebelumnya gagal dalam seleksi beasiswa pada 2025. Ia kemudian memanfaatkan masa jeda dengan bekerja sebagai guru sekaligus staf tata usaha di Sekolah Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Selatan.
Ketika kembali mengikuti seleksi pada tahun berikutnya, Fina masih menghadapi kendala akses internet di daerah tempat tinggalnya. Ia harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan jaringan internet agar dapat mengikuti tahapan seleksi.
Setelah melewati proses tersebut, Fina akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi UMY Tahun Akademik 2026/2027.
“Ada pahit manis yang kami rasakan bersama. Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa dokter ini sangat terasa bagi kami,” kata Fina saat menyampaikan sambutan sebagai perwakilan penerima beasiswa di hadapan orang tua dan wali mahasiswa baru UMY.
Bagi Fina, kesempatan menempuh pendidikan kedokteran tidak hanya berkaitan dengan pencapaian profesi. Ia ingin menjadikan ilmu kedokteran sebagai bagian dari pengabdian kepada sesama.
“Menurut saya menjadi seorang dokter bukan hanya tentang profesi, tetapi merupakan salah satu perpanjangan tangan yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan jiwa yang membutuhkan,” ujarnya.
Perjalanan Fina mendapatkan beasiswa juga tidak terlepas dari dukungan keluarganya. Ayahnya, Juminin, yang bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pendidikan yang diterima putrinya.
Dalam agenda silaturahmi tersebut, Juminin secara simbolis menitipkan Fina kepada UMY untuk mendapatkan bimbingan selama menjalani pendidikan.
“Kami menyerahkan anak kami untuk dibimbing, untuk dibina. Bukan hanya sebagai wakil orang tua, tetapi sekaligus menjadi wali di sini karena kami bertemu dengan anak kami bukan cuma satu atau dua tahun, mungkin sampai empat tahun, lima tahun,” ujar Juminin.
Ia berharap pendidikan yang ditempuh Fina tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga akhlak dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Mudah-mudahan dari bimbingan para pembina ataupun semua jajaran Universitas Muhammadiyah ini, anak kami Fina bisa menjadi anak yang pintar, mengerti tentang agama, mengerti segala bidang yang digelutinya, dan menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, serta agama,” katanya.
Bagi Fina, beasiswa yang diterimanya bukan sekadar dukungan pembiayaan pendidikan. Kesempatan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus belajar dan berusaha hingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kesuksesan bukan diraih hanya oleh orang-orang pintar, tetapi kesuksesan juga dapat dimiliki oleh orang yang terus berusaha,” pesan Fina.
Melalui penyaluran beasiswa senilai lebih dari Rp34 miliar tersebut, UMY memberikan dukungan kepada mahasiswa baru melalui berbagai latar prestasi dan kebutuhan. Kisah Fina menjadi salah satu gambaran bahwa kesempatan pendidikan dapat bertemu dengan kegigihan untuk membuka jalan menuju cita-cita.

Be the first to comment