Membumikan Hizbul Wathan di Amal Usaha Persyarikatan, 32 Guru Ikuti Kursus Jaya Melati I Kabupaten Sukabumi

Membumikan Hizbul Wathan di Amal Usaha Persyarikatan, 32 Guru Ikuti Kursus Jaya Melati I Kabupaten Sukabumi

WARTAPTM.ID, SUKABUMI — Sebanyak 32 guru dari 18 Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AUM/AUA) di Kabupaten Sukabumi mengikuti Kursus Jaya Melati I (KJM I) untuk memperkuat kapasitas pembina Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW).

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 5–9 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Kabupaten Sukabumi memperluas dan memperkuat pembinaan kepanduan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

KJM I diselenggarakan dengan dukungan Kafilah Barchoya Mansyur yang melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Pelatihan juga mendapat pendampingan langsung dari pelatih Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Barat.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar dan metode kepanduan, kepemimpinan, pembinaan, serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai pembina HW.

Pembelajaran berlangsung secara terpadu melalui kegiatan di dalam dan luar ruangan. Pada 5–6 September, peserta mengikuti pembekalan di Auditorium UMMI. Selanjutnya, pada 7–9 September, kegiatan dilanjutkan di Detani Camping Ground.

Perpindahan ruang belajar ke alam terbuka menjadi bagian dari proses pembelajaran kepanduan. Peserta dilatih mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama.

Kursus Jaya Melati I merupakan jenjang dasar untuk membekali pembina dan pelatih HW dengan pengetahuan, sikap, serta keterampilan kepembinaan. Kompetensi tersebut dibutuhkan agar kegiatan kepanduan di sekolah dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, guru memiliki peran strategis karena tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi pembina dan pendamping peserta didik dalam berbagai kegiatan pengembangan karakter.

Melalui KJM I, peserta diharapkan mampu membawa kembali pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kursus ke AUM/AUA masing-masing. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi dapat berlanjut menjadi penguatan kegiatan kepanduan di sekolah.

Pengembangan tersebut diarahkan melalui berbagai kegiatan HW, termasuk Ceria Pandu Tunas Athfal, Ceria Pandu Athfal, Jambore, dan Mahrojan.

Kwarda HW Kabupaten Sukabumi juga mengarahkan peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah mengikuti KJM I. RTL menjadi bagian dari komitmen peserta untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di Qabilah atau lingkungan AUM/AUA masing-masing.

Rencana tersebut mencakup penguatan administrasi Qabilah, penyusunan program kerja, serta pembinaan kegiatan kepanduan.

Langkah ini diharapkan memperkuat keberadaan Qabilah HW di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sebanyak 32 guru dari 18 AUM/AUA yang mengikuti KJM I diharapkan dapat menjadi penggerak yang meneruskan pembinaan kepanduan kepada peserta didik.

Pelaksanaan KJM I juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas jenjang dalam pengembangan HW. Kwarda menjadi penggerak di tingkat daerah, Kwarwil memberikan penguatan kapasitas melalui pelatih, sementara guru peserta kursus menjadi pelaksana pembinaan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Dengan pola tersebut, pendidikan kepanduan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tambahan di sekolah, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan akhlak.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply