WARTAPTM.ID, SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih dua medali emas dalam ajang Indonesia International Invention Expo (IIEX) 2026. Dua penghargaan tersebut diraih melalui inovasi teknologi untuk pemetaan penggunaan lahan dan edukasi pencegahan deforestasi.
Dua Gold Medal Achievement tersebut diberikan pada kategori Agriculture and Aquaculture serta Environmental dalam Awarding Ceremony IIEX 2026 di Politeknik Negeri Semarang, Kamis (3/9/2026).
Pada kategori Agriculture and Aquaculture, medali emas diraih tim Arif Suprianto, Arwina Nurul Hamidah, Mufid Mu’tashim Billah, Azlichan Laila Novi, dan Deny Pratama. Tim di bawah bimbingan Wahyu Widiyatmoko itu mengembangkan karya berjudul “Integrating UAV Multispectral Sensor and D-RTK Modules for High Precision Automatic Complex Landuse Detection in Tropical Area.”
Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV), sensor multispektral, dan modul D-RTK untuk menghasilkan data spasial penggunaan lahan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Sementara itu, medali emas pada kategori Environmental diraih Danu Lanarjati, Ayu Mufti Rizqiana, Meysa Anggit Aqila, Sela Dewi Mailani, dan Raffi Raditya Helga. Tim yang dibimbing Siti Hadiyati Nur Hafida tersebut mengembangkan “GreenGuard VR: Sistem Simulasi dan Edukasi Pencegahan Deforestasi Berbasis Realitas Virtual.”
GreenGuard VR dikembangkan sebagai media simulasi dan edukasi yang memungkinkan pengguna memahami dampak deforestasi melalui teknologi realitas virtual.
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi UMS, Puspita Indra Wardhani, mengatakan kedua inovasi tersebut berangkat dari persoalan berbeda, tetapi memiliki kesamaan dalam mengintegrasikan kajian geografi dengan perkembangan teknologi.
GreenGuard VR diarahkan sebagai media pembelajaran mengenai deforestasi. Sementara inovasi UAV dikembangkan untuk membantu menghasilkan data spasial penggunaan lahan secara lebih cepat dan akurat.
“Saat ini kedua karya masih dalam tahap prototype. Keduanya telah melalui uji fungsional dan simulasi di laboratorium Program Studi Pendidikan Geografi UMS,” ujar Puspita, Rabu (15/9/2026).
Menurut Puspita, penilaian terhadap kedua karya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi. Kebaruan gagasan, relevansi dengan isu Sustainable Development Goals (SDGs), ketahanan pangan, serta potensi manfaat bagi masyarakat juga menjadi bagian penting.
Kemampuan mahasiswa menghubungkan ilmu geografi dengan teknologi, kata dia, menjadi salah satu nilai tambah dalam pengembangan kedua inovasi tersebut.
Puspita mengatakan capaian di IIEX 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan kedua inovasi. Setelah kompetisi, GreenGuard VR akan diarahkan pada pengembangan konten dan direncanakan menjalani uji coba di sekolah sebagai media pembelajaran Geografi.
Sementara inovasi UAV akan dikembangkan melalui proses kalibrasi sistem dan uji lapangan secara terbatas bersama mitra. Tim juga menyiapkan pengembangan aplikasi agar teknologi tersebut lebih mudah digunakan oleh penyuluh maupun pemerintah daerah.
“Kedua inovasi ini kami desain dengan pertimbangan agar ke depan dapat diadopsi dengan biaya yang terjangkau oleh sekolah dan instansi terkait,” kata Puspita.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak menjadi tujuan akhir pengembangan karya mahasiswa. Menurutnya, capaian dalam kompetisi perlu dilanjutkan dengan pengujian dan pengembangan agar inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan hingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dua medali emas tersebut menunjukkan upaya Pendidikan Geografi UMS mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman fenomena keruangan dan lingkungan, tetapi juga mendorong mahasiswa mengembangkan teknologi dan gagasan yang berkaitan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Be the first to comment