Milad ke-62, UMPWR Perkuat Langkah Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Milad ke-62, UMPWR Perkuat Langkah Menuju Perguruan Tinggi Unggul

WARTAPTM.ID, PURWOREJO — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) memasuki usia ke-62 dengan capaian kinerja yang melampaui target sekaligus agenda penguatan kelembagaan menuju Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul.

Hal itu mengemuka dalam Sidang Terbuka Senat Milad ke-62 UMPWR di Auditorium Kasman Singodimedjo, Kamis (24/9/2026). Dalam forum tersebut, Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, M.Pd, menyampaikan Laporan Tahunan Rektor 2026 yang memuat capaian sekaligus sejumlah pekerjaan yang masih perlu diperkuat.

Berdasarkan laporan tersebut, rata-rata ketercapaian delapan aspek strategis UMPWR mencapai 128 persen dari target agregat 100 persen. Lima aspek telah mencapai atau melampaui target, yakni penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 108 persen, inovasi 101 persen, keuangan 151 persen, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 100 persen, serta kerja sama 299 persen.

“Laporan kinerja 2026 menunjukkan bahwa rata-rata capaian keseluruhan mencapai 128 persen. Capaian ini tentu patut kita syukuri, namun pada saat yang sama masih ada pekerjaan yang harus kita lanjutkan, terutama pada aspek kelembagaan, sumber daya manusia, dan kemahasiswaan,” ujar Teguh dalam laporan tersebut.

Pada aspek kelembagaan, delapan dari 18 program studi UMPWR telah berstatus Unggul. Sementara itu, jumlah dosen bergelar doktor mencapai 44 orang dan 104 dosen telah memiliki sertifikat pendidik.

Produktivitas penelitian dan publikasi juga menunjukkan perkembangan. UMPWR mencatat 139 artikel yang terbit pada jurnal terindeks Scopus maupun Web of Science, 14 jurnal terakreditasi SINTA, serta 66 kekayaan intelektual (HKI).

Produktivitas buku ber-ISBN mencapai 36 buku atau 225 persen dari target yang ditetapkan.

Di bidang kerja sama, UMPWR mencatat 102 kerja sama internasional, 31 kerja sama nasional, dan 150 kerja sama lokal atau wilayah. Capaian tersebut menempatkan aspek kerja sama sebagai salah satu bidang dengan tingkat ketercapaian tertinggi, yakni 299 persen.

Meski demikian, laporan tahunan Rektor menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Capaian kelembagaan berada pada 91 persen, sedangkan sumber daya manusia mencapai 95 persen dari target.

Arah penguatan kelembagaan tersebut mendapat perhatian dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, menyampaikan bahwa UMPWR menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi swasta yang saat ini mendapatkan pendampingan menuju APT Unggul.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan persiapan menyeluruh, mulai dari tata kelola kelembagaan, kualitas program studi, hingga penguatan sumber daya manusia.

Aisyah juga mendorong UMPWR memperhatikan program studi yang memasuki masa akhir akreditasi serta meningkatkan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional dosen. Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor menjadi salah satu bagian yang perlu terus didorong.

Pesan tersebut menempatkan capaian Milad bukan sebagai titik akhir, melainkan bagian dari proses penguatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sutrisno, M.Ag, turut mendorong UMPWR memanfaatkan momentum Milad ke-62 sebagai ruang evaluasi sekaligus menyusun agenda pengembangan berikutnya.

Ia menilai posisi Purworejo yang strategis dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan UMPWR. Akses transportasi darat serta kedekatan dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dinilai membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan universitas.

“Purworejo sangat strategis. Kondisi ini menjadi pintu masuk yang mendukung UMPWR untuk terus tumbuh dan mencapai Unggul,” kata Sutrisno.

Ia juga mendorong UMPWR mempersiapkan diri menuju APT Unggul dan mulai memikirkan pengembangan program studi baru setelah target tersebut tercapai.

Bagi UMPWR, agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan capaian kinerja ke dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan akademik.

Selain evaluasi kinerja, Sidang Terbuka Senat Milad ke-62 UMPWR juga menjadi ruang refleksi menghadapi perubahan lingkungan pendidikan tinggi.

Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto dalam pidato ilmiahnya mengibaratkan manusia dan institusi seperti rotan yang memiliki kelenturan. Kelenturan tersebut, menurutnya, diperlukan agar institusi mampu beradaptasi tanpa kehilangan prinsip.

“Menjadi seperti rotan yang lentur, bisa menyesuaikan zaman, luwes, sehingga bisa tumbuh, tangguh, dan memberikan pengaruh,” ujarnya.

Momentum Milad juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi, dosen muda berprestasi, serta mahasiswa berprestasi dan berdampak. UMPWR juga memberikan tiga hadiah umrah kepada tenaga kependidikan.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi universitas terhadap sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam perjalanan UMPWR.

Memasuki usia ke-62, UMPWR membawa semangat “Tumbuh, Tangguh, Berpengaruh” dengan agenda yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian institusi, tetapi juga penguatan mutu akademik, sumber daya manusia, dan kontribusi bagi masyarakat.

Target menuju APT Unggul menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan berikutnya, bersamaan dengan upaya UMPWR memperluas manfaat pendidikan tinggi bagi masyarakat dan Kabupaten Purworejo.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply