WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Tiga lulusan Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mendapat Beasiswa Alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Kebidanan di kampus yang sama. Kesempatan tersebut diberikan dalam rangkaian Upacara Sumpah Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).
Ketiga penerima beasiswa tersebut adalah Julita Mutiara, Sabila Ratu Cetrin, dan Canrika Imalda Salsabila. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Wakil Rektor II UNISA Yogyakarta, Yuli Isnaeni.
Beasiswa tersebut membuka kesempatan bagi ketiganya untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terputus setelah menyelesaikan jenjang profesi. Mereka akan melanjutkan studi pada Program Studi Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta.
Pemberian Beasiswa Alumni menjadi bagian dari upaya UNISA Yogyakarta mendorong keberlanjutan pendidikan tenaga kesehatan, khususnya di bidang kebidanan. Pendidikan profesi tidak ditempatkan sebagai akhir perjalanan akademik, tetapi dapat menjadi pijakan untuk memperdalam keilmuan dan meningkatkan kompetensi melalui studi lanjut.
Dekan FIKes UNISA Yogyakarta, Dewi Rokhanawati, mengatakan pengembangan pendidikan kebidanan hingga jenjang magister dan doktor merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional.
Pada periode tersebut, sebanyak 120 lulusan Profesi Bidan turut mengucapkan sumpah profesi. Sebanyak 98,33 persen di antaranya meraih predikat pujian (cumlaude), sementara tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) mencapai 96,77 persen.
Dewi berharap kesempatan studi lanjut melalui Beasiswa Alumni dapat mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat.
Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Mufdlilah, mengingatkan para lulusan bahwa pendidikan dan profesi kebidanan memiliki tanggung jawab yang erat dengan kehidupan manusia.
Ia mendorong para alumni, baik yang melanjutkan pendidikan maupun yang langsung mengabdi di masyarakat, untuk terus menjaga integritas dan semangat belajar sepanjang hayat.
Menurut Mufdlilah, profesi bidan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Bidan juga memiliki peran dalam mendampingi perempuan, bayi, dan keluarga pada berbagai fase penting kehidupan dengan mengedepankan empati dan nilai kemanusiaan.
Karena itu, lanjutnya, pengembangan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan nilai Profesional Islami yang menjadi bagian dari pendidikan di UNISA Yogyakarta.
Kesempatan yang diterima Julita, Sabila, dan Canrika menjadi bagian dari perjalanan baru setelah mereka menyelesaikan pendidikan profesi. Dari ruang pendidikan profesi, ketiganya kini melanjutkan langkah ke jenjang magister untuk memperdalam keilmuan kebidanan sekaligus mempersiapkan diri memberikan kontribusi yang lebih luas di bidang kesehatan.

Be the first to comment