Mahasiswa Teknik Pengairan Unismuh Makassar Pelajari Teknologi Analisis Kualitas Air di Jepang

Mahasiswa Teknik Pengairan Unismuh Makassar Pelajari Teknologi Analisis Kualitas Air di Jepang

WARTAPTM.ID, KANAZAWA — Mahasiswa Program Studi Teknik Pengairan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Baso Ichwan Chasir, mempelajari teknologi analisis kimia dan pengukuran kualitas air di Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Sakura Science Program 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Singapura, dan Jepang.

Dalam pembelajaran laboratorium tersebut, Baso mengikuti eksperimen spektrofotometri, pengenalan sistem flow injection analysis, serta praktik dasar pengukuran berbasis sensor. Materi ini memperkenalkan penggunaan instrumen analisis untuk mengukur parameter lingkungan dan mendukung penelitian di bidang Teknik Pengairan.

Sakura Science Program 2026 didukung Japan Science and Technology Agency (JST) dan melibatkan 23 mahasiswa, terdiri atas 16 mahasiswa KIT, empat mahasiswa Singapore Polytechnic, dan tiga mahasiswa Unismuh Makassar. Program bertema “Build, Measure, and Bring It Home: Learning Analytical Chemistry through Japanese Science and Engineering” ini juga mengajak peserta mempelajari pengembangan instrumen analisis portabel berbasis dioda pemancar cahaya (LED), sensor cahaya, dan mikrokontroler.

Dalam rangkaian kegiatan berikutnya, peserta dijadwalkan mengambil sampel air di tiga lokasi di Kota Kanazawa pada 15 Oktober 2026. Sampel tersebut direncanakan untuk diuji menggunakan instrumen analisis yang dikembangkan selama program.

Bagi mahasiswa Teknik Pengairan, pembelajaran ini relevan dengan pemantauan kualitas air yang membutuhkan pengambilan sampel, pengukuran parameter lingkungan, dan analisis hasil secara terukur.

Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Muh. Syafaat S. Kuba, ST., MT., mengapresiasi keterlibatan Baso dalam program tersebut. Ia menilai pengalaman belajar di Jepang dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai penerapan teknologi analisis dalam pengelolaan sumber daya air.

“Pengalaman Baso mempelajari teknologi analisis dan pengukuran kualitas air di Jepang sangat relevan dengan bidang Teknik Pengairan. Kemampuan memahami kondisi dan kualitas air merupakan aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Syafaat.

Pendamping mahasiswa Sakura Science Program dari Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin, mengatakan program tersebut juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami hubungan antara bidang keilmuan dan pengembangan teknologi.

“Bagi Baso yang berasal dari Teknik Pengairan, kegiatan ini sangat relevan karena berkaitan dengan analisis kualitas air dan teknologi pengukurannya. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan gagasan penelitian serta inovasi pengelolaan sumber daya air yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wildhan.

Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui pembelajaran laboratorium dan kolaborasi internasional. Pengalaman Baso diharapkan dapat memperkaya kompetensinya dalam memahami teknologi pengukuran serta mendukung pengembangan penelitian di bidang pengelolaan sumber daya air.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply