WARTAPTM.ID, BUDAPEST — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Hungaria memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui ruang akademik dan dialog lintas budaya. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Doctoral School of Management and Business Administration, John von Neumann University, Hungaria, dalam kegiatan Beyond Motivation: Turning Ideas Into Impact bertema Motivation and Academic Writing di Budapest, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini mempertemukan akademisi, warga dan simpatisan Muhammadiyah, serta mahasiswa internasional. Selain membahas pengembangan diri dan penulisan akademik, forum tersebut membuka ruang bagi peserta untuk saling mengenal melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas budaya.
Pendekatan ini menjadi salah satu cara PCIM Hungaria membangun hubungan dengan masyarakat internasional. Pengenalan Muhammadiyah tidak hanya dilakukan melalui pembahasan keagamaan, tetapi juga melalui kegiatan pendidikan yang memungkinkan peserta berinteraksi dan berdialog dalam suasana terbuka.
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, M.M., dari UMY dan Dr. Majang Palupi, BBA., MBA., CPHCM., dari Universitas Islam Indonesia sebagai akademisi yang terlibat. Dari pihak John von Neumann University, Prof. Dr. Anna Dunay dan Prof. Dr. Csaba Bálint Illés turut menyambut kegiatan tersebut. Keduanya berharap kolaborasi serupa dapat dikembangkan dalam kegiatan berikutnya.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Hungaria serta peserta dari Slovakia dan Rumania. Pertemuan ini memberi kesempatan kepada mereka untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring lintas negara. Ruang perjumpaan yang terbentuk dalam kegiatan tersebut turut membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengenal Islam dan Muhammadiyah secara langsung.
Ernest Kwame Adiwokor, salah seorang mahasiswa internasional yang mengikuti kegiatan, mengatakan dirinya memperoleh pengetahuan baru, terutama mengenai pengembangan gagasan penelitian. Ia juga senang dapat mengenal Islam dan Muhammadiyah melalui interaksi dengan warga dan simpatisan yang hadir.
“Saya mendapatkan informasi kegiatan ini dari kampus. Banyak hal menarik yang saya dapatkan, terutama tentang bagaimana mengembangkan ide penelitian. Saya juga senang karena melalui kegiatan ini bisa mulai mengenal Islam dan Muhammadiyah serta merasakan keramahan orang-orang di dalamnya,” ungkap Ernest.
Pengalaman berbeda disampaikan Chen Jieyuan. Ketertarikannya mengikuti kegiatan bermula dari hubungan pertemanan dengan sejumlah warga Muhammadiyah di lingkungan kampus. Ajakan teman-temannya memberinya kesempatan untuk mengikuti kegiatan sekaligus mengenal Muhammadiyah lebih dekat.
“Awalnya saya tertarik datang karena memiliki beberapa teman di kampus yang sangat baik kepada saya dan mengajak saya mengikuti kegiatan ini. Saya jadi punya kesempatan mengenal Islam dan Muhammadiyah lebih dekat. Senang juga bisa bertemu banyak orang baru dan memperluas pertemanan,” ujar Chen.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Hungaria, Try Hardyanthi, menilai hubungan personal dan komunikasi lintas budaya memiliki peran penting dalam memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional.
“Orang bisa mengenal Muhammadiyah dari pengalaman mereka sendiri, termasuk melalui pertemanan. Ketika ada ruang untuk bertemu dan berdiskusi, pemahaman itu bisa tumbuh secara alami,” katanya.
Menurut Try, pengenalan Islam dan Muhammadiyah di Hungaria juga berlangsung melalui interaksi sehari-hari, baik di lingkungan kampus, tempat kerja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, ruang perjumpaan seperti kegiatan akademik dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya.
Ketua PCIM Hungaria, Ahmad Harakan, mengapresiasi kolaborasi John von Neumann University serta dukungan UMY dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap Muhammadiyah semakin dikenal melalui kontribusi nyata, jejaring internasional, dan pengamalan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Kami berterima kasih kepada John von Neumann University atas kolaborasinya dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atas dukungannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap Muhammadiyah semakin dikenal lewat kontribusi nyata, jejaring internasional, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, internasionalisasi Muhammadiyah tidak hanya berkaitan dengan perluasan jaringan organisasi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai negara. Orientasi tersebut sejalan dengan Risalah Islam Berkemajuan yang menempatkan dakwah pencerahan dalam kerangka keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
Dalam mengembangkan organisasi, PCIM Hungaria juga berupaya menjangkau kebutuhan warga dan simpatisan dengan latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa, akademisi, pekerja profesional, hingga keluarga Indonesia yang menetap di Hungaria.
Sekretaris PCIM Hungaria, Hardianti Laduppa, menjelaskan bahwa pihaknya sedang membangun basis data dan menghimpun aspirasi warga agar program organisasi sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami sedang membangun database dan menghimpun aspirasi warga agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. PCIM Hungaria harus menjadi ruang bersama, tempat setiap orang bisa terlibat dan memberikan kontribusi,” ujarnya.
Selain kegiatan akademik, PCIM Hungaria menyiapkan agenda pembinaan keislaman, penguatan silaturahmi, pengembangan kapasitas profesional, kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga.
Berada di kawasan Eropa Tengah dan Timur atau Central and Eastern Europe (CEE), Hungaria juga membuka peluang bagi PCIM untuk mengembangkan jejaring lintas negara. Kehadiran peserta dari Slovakia dan Rumania dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya ruang perjumpaan dengan peserta dari negara lain, meskipun pengembangan kerja sama lebih lanjut masih memerlukan tindak lanjut.
Kolaborasi PCIM Hungaria dan John von Neumann University memperlihatkan salah satu bentuk pemanfaatan ruang akademik untuk membangun dialog lintas budaya. Melalui pendidikan dan interaksi terbuka, PCIM Hungaria berupaya memperluas hubungan dengan masyarakat internasional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Be the first to comment