WARTAPTM.ID, SHENZHEN – Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah menjajaki kerja sama internasional dengan perguruan tinggi dan industri di Tiongkok pada 14–15 Oktober 2026. Agenda ini mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan The Chinese University of Hong Kong, Shenzhen (CUHK-Shenzhen) serta kunjungan industri ke Foshan Electrical and Lighting Co., Ltd. (FSL).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jejaring akademik Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA), meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, serta membuka peluang kolaborasi dengan industri global.
Dalam rangkaian agenda tersebut turut hadir Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI Prof. Mufti Mubarok dan Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Pipin Moh. Saeful Arifin. Turut mendampingi juga Fitriani Amiruddin Djafar, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Kesehatan dan Pendidikan.
Penandatanganan MoU dengan CUHK-Shenzhen berlangsung di kampus universitas tersebut pada Rabu (14/10/2026). Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin mewakili delegasi Muhammadiyah dalam penandatanganan bersama Rektor CUHK-Shenzhen Prof. Yangsheng Xu.
Kesepakatan ini mencakup sejumlah peluang kolaborasi, antara lain program gelar bersama (joint degree maupun dual degree), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset bersama. Bidang yang menjadi perhatian meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sains data (data science), sains biomedis, manufaktur maju, dan pembangunan berkelanjutan.
Ahmad Muttaqin mengatakan kemitraan dengan CUHK-Shenzhen menjadi salah satu langkah untuk memperkuat internasionalisasi PTMA, terutama melalui pengembangan pendidikan, riset, dan mobilitas akademik.
“Kerja sama dengan CUHK-Shenzhen merupakan pijakan strategis bagi PTMA untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset bertaraf internasional. Melalui kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan program gelar bersama ini, kami berharap dapat mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global yang siap berkontribusi pada kemajuan persyarikatan dan bangsa,” ujar Muttaqin.
Rektor CUHK-Shenzhen, Yangsheng Xu, menyambut positif kemitraan dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Ia menilai kerja sama ini berpeluang memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Tiongkok sekaligus membuka ruang kolaborasi riset.
“Kami sangat bangga dan menyambut hangat kolaborasi dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Mahasiswa Indonesia memiliki rekam jejak akademis yang sangat baik dan menjadi komunitas internasional terbesar di CUHK-Shenzhen. Kemitraan ini akan memperkuat hubungan akademik kedua negara serta membuka peluang kolaborasi riset inovatif yang berdampak luas,” ungkap Yangsheng.
Sehari setelah agenda di CUHK-Shenzhen, delegasi melanjutkan kunjungan ke Foshan Electrical and Lighting Co., Ltd. (FSL) di Foshan pada Kamis (15/10/2026). Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur dan pengembangan teknologi pencahayaan, termasuk produk berbasis light-emitting diode (LED).
Kunjungan industri ini ditujukan untuk menjajaki peluang kerja sama riset terapan, magang mahasiswa, dan transfer teknologi bagi fakultas teknik serta sains di lingkungan PTMA.
Ahmad Muttaqin menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri penting agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.
“Sinergi dengan sektor industri seperti FSL sangat krusial agar riset yang dilakukan di kampus tidak berhenti menjadi wacana, tetapi memberikan dampak nyata. Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu pembuka kerja sama riset terapan, transfer teknologi, serta penyediaan ruang magang industri bagi mahasiswa dan dosen fakultas teknik serta sains di PTMA. Dengan begitu, inovasi yang dikembangkan PTMA dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri global,” pungkasnya.
Penandatanganan MoU dengan CUHK-Shenzhen dan penjajakan kolaborasi dengan FSL diharapkan menjadi langkah awal menuju program yang lebih konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, pengembangan inovasi, dan keterhubungan PTMA dengan industri global.

Be the first to comment