70 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora Diterjunkan KKN di Enam Desa

70 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora Diterjunkan KKN di Enam Desa Kecamatan Jati

WARTAPTM.ID, BLORA — Sebanyak 70 mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di enam desa di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Program ini menjadi bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Keenam desa lokasi KKN tersebut meliputi Randulawang, Tobo, Jegong, Jati, Gabusan, dan Singget. Penerjunan mahasiswa dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jati, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jati, serta pimpinan dan sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Blora.

Wakil Ketua STKIP Muhammadiyah Blora, Ahmad Teguh P., M.Pd., menyampaikan bahwa KKN tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan berkontribusi dalam menjawab kebutuhan di tingkat desa.

Ia berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

“KKN merupakan momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar hidup bermasyarakat sekaligus menghadirkan solusi inovatif atas tantangan yang ada di desa,” ujar Ahmad.

Pemerintah Kecamatan Jati menyambut baik penempatan mahasiswa KKN tersebut. Sekretaris Camat Jati, Dwi Erwanto, S.E., menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk mendukung kegiatan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Ia berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan literasi, edukasi, dan pemberdayaan potensi lokal.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Jati menyambut baik dan siap mendukung penuh seluruh kegiatan mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Blora,” kata Dwi.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain pemerintah kecamatan, unsur TNI-Polri dan PCM Jati turut memberikan dukungan. Kapolsek Jati dan Danramil Jati hadir untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa, termasuk imbauan agar mereka menjaga ketertiban, kondusivitas, dan menghormati kearifan lokal selama berada di lokasi KKN.

Melalui program ini, STKIP Muhammadiyah Blora diharapkan dapat memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan warga menjadi salah satu unsur penting agar kegiatan KKN tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga memberi manfaat bagi desa tempat pengabdian.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply