Mahasiswa Spesialis Keperawatan UNIMUS Gelar Skrining Kesehatan bagi Warga Bandar Lampung

Mahasiswa Spesialis Keperawatan UNIMUS Gelar Skrining Kesehatan bagi Warga Bandar Lampung

WARTAPTM.ID, BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi 41 warga berusia 40 tahun ke atas di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ress Tanjung Karang, Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Status Kesehatan Jemaat Gereja HKBP Ress Tanjung Karang melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan Kesehatan” tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung pada 27 November 2026.

Pemeriksaan meliputi gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah. Skrining ini membantu peserta mengenali faktor risiko sejumlah penyakit, seperti diabetes melitus, gangguan kadar lipid, hiperurisemia, dan hipertensi. Hasil pemeriksaan bukan merupakan diagnosis akhir sehingga peserta yang menunjukkan hasil di luar batas normal dianjurkan menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain skrining, mahasiswa memberikan konseling individual untuk membantu warga memahami hasil pemeriksaan dan langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Materi edukasi mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian faktor risiko, kepatuhan menjalani pengobatan bagi warga yang telah mendapat terapi, serta pentingnya pemeriksaan berkala.

Ketua Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam pendidikan perawat spesialis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan kompetensi keperawatan sekaligus memperluas peran tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan ruang bagi mahasiswa spesialis untuk membawa kompetensi keperawatan lebih dekat kepada masyarakat. Perawat spesialis tidak hanya dituntut mampu menangani pasien ketika penyakit sudah terjadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam promosi kesehatan, deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” kata Yunie.

Menurutnya, pendekatan preventif penting karena sejumlah penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa gejala khas pada tahap awal. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan memeriksakan kesehatan secara berkala dan mengendalikan faktor risiko sejak dini.

Yunie menekankan, manfaat skrining tidak cukup diukur dari hasil pemeriksaan yang diperoleh peserta. Hasil tersebut perlu ditindaklanjuti melalui perubahan gaya hidup maupun pemeriksaan lebih lanjut jika ditemukan faktor risiko.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada mengetahui angka tekanan darah, gula darah, kolesterol, atau asam urat. Yang lebih penting adalah munculnya kesadaran untuk menindaklanjuti hasil tersebut melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan di fasilitas kesehatan apabila ditemukan faktor risiko,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi dan pendataan peserta. Warga kemudian menjalani pemeriksaan menggunakan perangkat point-of-care testing untuk mengukur gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat, serta pengukuran tekanan darah.

Setelah pemeriksaan, mahasiswa menjelaskan hasil kepada setiap peserta dan memberikan saran tindak lanjut sesuai kebutuhan. Warga yang memperoleh hasil di atas batas normal dianjurkan berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Perwakilan tim mahasiswa Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Arief, menjelaskan bahwa pemeriksaan perlu disertai edukasi agar masyarakat memahami arti hasil skrining dan langkah yang perlu diambil.

“Deteksi dini akan lebih bermakna ketika diikuti dengan pemahaman dan perubahan perilaku. Karena itu, kami tidak sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi juga berdialog dengan peserta mengenai faktor risiko dan kebiasaan sehari-hari yang dapat dimodifikasi untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi Keperawatan Medikal Bedah dalam konteks komunitas. Peran perawat tidak hanya dibutuhkan dalam penanganan pasien di rumah sakit, tetapi juga dalam upaya promotif dan preventif yang membantu masyarakat menjaga kesehatan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Kolaborasi UNIMUS dengan RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo diharapkan memperkuat hubungan antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply