Lulusan PTMA Harus Terus Belajar dan Bermanfaat bagi Masyarakat

Lulusan PTMA Harus Terus Belajar dan Bermanfaat bagi Masyarakat

WARTAPTM.ID, MEDAN — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad berpesan kepada lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) agar terus belajar, menjaga integritas, dan mengamalkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat. Ia juga mengajak para wisudawan berperan aktif dalam gerakan Muhammadiyah setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Dadang dalam Wisuda Periode II Tahun 2026 UMSU di Selecta Convention Hall, Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2026).

Dadang menjelaskan, sejak didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912, Muhammadiyah menjadikan pendidikan sebagai salah satu jalan dakwah untuk membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi kehidupan.

Ia mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan kedudukan orang-orang beriman dan berilmu. Menurutnya, ayat tersebut mengingatkan bahwa kemuliaan manusia tidak cukup bertumpu pada pengetahuan, tetapi juga perlu disertai keimanan.

“Karena itu, pendidikan di Muhammadiyah senantiasa berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu kesatuan utuh,” ujarnya.

Prinsip tersebut, lanjut Dadang, menjadi bagian penting dari implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter dan memiliki kepedulian sosial.

Kepada para wisudawan, Dadang menekankan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut setiap orang untuk terus memperbarui pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri.

“Teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa berhenti belajar dapat membuat seseorang tertinggal dari perubahan zaman. Karena itu, kelulusan perguruan tinggi seharusnya menjadi awal untuk terus mengembangkan diri, bukan akhir dari proses belajar.

“Kemajuan hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki kesungguhan untuk terus belajar. Kalau Anda berhenti belajar, maka Anda akan rugi, ketinggalan oleh kecepatan perubahan sosial yang sedemikian rupa,” kata Dadang.

Selain kompetensi, ia menyoroti integritas dan akhlak mulia sebagai bekal penting dalam kehidupan profesional. Kemampuan akademik dapat membuka peluang, tetapi kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika menjadi dasar untuk menjaga kepercayaan.

“Pegang teguh kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika dalam setiap peran yang saudara jalankan,” tegasnya.

Dadang juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Pengetahuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang besar manfaatnya bagi sesama. Karena itulah, jadikanlah ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun kemajuan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kemaslahatan,” ujarnya.

Dadang, yang juga merupakan anggota Dewan Pendidikan Nasional, mendorong para lulusan untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Ia berpesan agar wisudawan tidak takut menghadapi kegagalan maupun ragu memulai sesuatu dari langkah sederhana.

Menurutnya, keberhasilan dapat tumbuh dari gagasan yang dikerjakan dengan tekun, disiplin, dan konsisten. Karena itu, lulusan perlu berani mengembangkan potensi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Lebih jauh, Dadang menegaskan bahwa lulusan PTMA membawa tanggung jawab moral untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia pun mengajak para wisudawan bergabung dan mengambil bagian dalam gerakan Muhammadiyah, baik melalui organisasi maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya ingin mengajak kepada saudara-saudara setelah lulus, mari bergabung dengan organisasi Muhammadiyah. Memasukilah struktural di Muhammadiyah atau juga di AUM-AUM Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply