WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Sebanyak 16 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) masuk dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR): Asia 2027.
Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi internasional Quacquarelli Symonds, merilis hasil pemeringkatan tersebut pada 3 November 2026. Edisi tahun ini mencakup 1.722 perguruan tinggi dari 26 sistem pendidikan tinggi di Asia, termasuk 195 institusi yang pertama kali masuk dalam pemeringkatan.
Secara keseluruhan, Indonesia mencatatkan 116 perguruan tinggi dalam QS Asia 2027. Dari jumlah tersebut, 22 institusi merupakan pendatang baru yang untuk pertama kalinya masuk dalam daftar pemeringkatan regional tersebut.
Berdasarkan hasil pemeringkatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menempati peringkat ke-364 Asia, meningkat 162 peringkat dibandingkan edisi 2026 yang menempatkannya pada posisi ke-526. Capaian ini menjadikan UMY sebagai PTMA dengan peringkat tertinggi pada edisi tahun ini.
Posisi berikutnya ditempati Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di peringkat ke-586 dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada peringkat ke-631. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berada dalam kelompok peringkat 801–850, sedangkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menempati kelompok 851–900.
Perkembangan juga terlihat pada sejumlah PTMA dibandingkan edisi sebelumnya. UMS naik dari kelompok peringkat 741–750 menjadi peringkat ke-631. Sementara itu, UAD meningkat dari kelompok 901–950 ke kelompok 851–900.
Berikut daftar 16 PTMA yang masuk dalam QS World University Rankings: Asia 2027:
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – 364
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) – 586
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – 631
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – 801–850
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) – 851–900
- Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) – 1001–1100
- Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) – 1201–1300
- Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) – 1401–1500
- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) – 1401–1500
- Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) – 1401–1500
- Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) – 1501+
- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) – 1501+
- Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) – 1501+
- Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) – 1501+
- Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) – 1501+
- Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) – 1501+
Dikutip dari laman topuniversites.com, QS Asia University Rankings menggunakan beberapa indikator untuk mengevaluasi kinerja perguruan tinggi. Indikator tersebut mencakup reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, jejaring riset internasional, produktivitas serta dampak penelitian, kualifikasi staf akademik, dan internasionalisasi kampus.
Reputasi akademik menjadi indikator dengan bobot terbesar, yakni 30 persen, disusul reputasi pemberi kerja sebesar 20 persen. Rasio dosen dan mahasiswa, jejaring riset internasional, serta sitasi per publikasi masing-masing memiliki bobot 10 persen.
Adapun publikasi per dosen dan proporsi staf akademik bergelar doktor masing-masing berbobot 5 persen. Empat indikator internasionalisasi, yaitu proporsi dosen internasional, mahasiswa internasional, mahasiswa pertukaran masuk, dan mahasiswa pertukaran keluar, masing-masing memiliki bobot 2,5 persen.
Dalam komposisi tersebut QS memperhitungkan sejumlah aspek dalam menilai daya saing perguruan tinggi, mulai dari reputasi akademik dan lulusan di mata pemberi kerja hingga kinerja riset, sumber daya akademik, dan jejaring internasional.
Masuknya 16 PTMA dalam QS Asia 2027 menjadi salah satu capaian dalam pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Hasil memperlihatkan keterwakilan PTMA dalam pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat Asia.

Be the first to comment