WARTAPTM.ID, PALEMBANG – Cita-cita menjadi dokter membawa Aisya Tahara melangkah dari Desa Ramin, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, menuju Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang).
Putri pasangan Saharuddin Abdullah dan Khomsiatun, yang sehari-hari bekerja sebagai petani, itu terpilih sebagai penerima Beasiswa Afirmasi Fakultas Kedokteran UM Palembang Tahun Akademik 2026/2027. Aisya merupakan lulusan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro sekaligus penerima beasiswa afirmasi angkatan kedua.
Melalui program tersebut, Aisya memperoleh pembebasan biaya pendidikan sejak tahap akademik kedokteran hingga jenjang profesi dokter, termasuk uang saku selama masa pendidikan.
Bagi Aisya, beasiswa tersebut membuka kesempatan untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa menambah beban ekonomi keluarga.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang telah memberikan beasiswa ini. Bagi saya dan keluarga, beasiswa ini sangat berarti karena saya bisa mengejar cita-cita menjadi dokter tanpa harus membebani orangtua dengan biaya pendidikan yang besar,” ungkap Aisya Jumat (21/8/2026).
Keseriusan UM Palembang dalam menjalankan program afirmasi tersebut ditunjukkan melalui kunjungan jajaran pimpinan universitas ke kediaman Aisya di Desa Ramin, Jumat (21/8/2026).

Rektor UMP Abid Djazuli, hadir bersama Wakil Rektor II Sri Rahayu, Wakil Rektor III Eko Ariyanto, Dekan Fakultas Kedokteran Liza Chairani, dan Wakil Dekan III RA. Tanzila.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen UM Palembang memastikan program beasiswa afirmasi tidak sekadar memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga membuka akses pendidikan kedokteran bagi siswa berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dekan Fakultas Kedokteran UMP, Liza Chairani mengatakan program afirmasi dirancang agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan kedokteran.
“Program ini kami hadirkan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak yang memiliki kemampuan akademik dan cita-cita menjadi dokter. Kami ingin memberikan kesempatan yang adil kepada mereka untuk berkembang dan mengabdikan ilmunya,” ujar Liza (21/8/2026).
Menurutnya, seleksi penerima beasiswa tidak hanya mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga kemampuan akademik, aspek psikologis, dan hasil wawancara.
Karena itu, penerima beasiswa diharapkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi dokter bukan hanya tentang menguasai ilmu kedokteran. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang besar di dalamnya. Kami berharap Aisya selesai studi tepat waktu dan kelak menjadi dokter yang kompeten, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” lanjutnya.
Rektor UMP Abid Djazuli mengatakan program beasiswa afirmasi menjadi salah satu bentuk kehadiran PTMA dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tidak semestinya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi kuat. Anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu juga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi.
“Melalui beasiswa afirmasi ini, kita ingin memastikan bahwa keberadaan Universitas Muhammadiyah Palembang benar-benar dirasakan masyarakat. Kita memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi untuk mendapatkan pendidikan kedokteran dan nantinya kembali mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Abid.
Komitmen tersebut juga disertai tanggung jawab bagi penerima beasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima diwajibkan mengabdi di amal usaha kesehatan Muhammadiyah serta di lingkungan Fakultas Kedokteran UMP.
Bagi Aisya, kesempatan tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk belajar dan kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin membanggakan orangtua dan membuktikan bahwa anak petani juga bisa menjadi dokter. Saya akan belajar sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” katanya.
Ia juga berharap ilmu yang diperolehnya dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya ingin menjadi dokter yang bisa membantu banyak orang, terutama masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Selain Beasiswa Afirmasi Fakultas Kedokteran, UMP memiliki sejumlah skema beasiswa lain, di antaranya bagi mahasiswa tahfiz Al-Qur’an, penerima beasiswa Lazismu, serta mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Program afirmasi tersebut melanjutkan komitmen Fakultas Kedokteran UM Palembang dalam memperluas akses pendidikan kedokteran, termasuk melalui pemberian beasiswa pada jenjang profesi dokter selama enam tahun terakhir.
Be the first to comment