WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Sepuluh tahun lalu, Bahrur Rahman Hasba menuliskan impiannya dalam sebuah buku harian: naik pesawat, bepergian ke luar daerah, hingga menginjakkan kaki di luar negeri. Kini, lulusan Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) itu tidak hanya mewujudkan sebagian impiannya, tetapi juga meraih predikat wisudawan terbaik tingkat universitas jenjang sarjana.
Bahrur menerima penghargaan tersebut dalam Wisuda ke-89 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Selasa (20/10/2026). Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dengan skor prestasi 95,58 setelah menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun sebelas bulan.
Prestasi tersebut mengantarkannya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister (S2). Setelah menyelesaikan studi lanjut, Bahrur juga diprioritaskan untuk diangkat menjadi dosen tetap Persyarikatan di Unismuh Makassar.
Ketentuan itu tercantum dalam Surat Keputusan Rektor Unismuh Makassar Nomor 338 Tahun 1448 H/2026 M tentang Wisudawan Berprestasi Tingkat Fakultas dan Universitas. Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, membacakan keputusan tersebut dalam prosesi wisuda.
Kesempatan melanjutkan studi sekaligus membuka jalan bagi Bahrur untuk mengembangkan keilmuan dan berkontribusi di almamaternya.
Beasiswa Membuka Jalan Pendidikan
Bagi Bahrur, pencapaian tersebut tidak terlepas dari perjuangan keluarga dan kesempatan memperoleh beasiswa. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, ia mengaku telah memikirkan cara agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban ekonomi orang tuanya sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Kesempatan itu datang ketika ia diterima di Unismuh Makassar dan memperoleh Beasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (BUMM) kategori prestasi sebesar 75 persen.
“Beasiswa ini merupakan kesempatan terbesar bagi diri saya pribadi untuk melanjutkan mimpi saya untuk bersekolah kembali,” tuturnya saat menyampaikan pesan dan kesan mewakili wisudawan.
Meski memperoleh bantuan biaya pendidikan, Bahrur tetap berupaya memenuhi kebutuhan kuliahnya secara mandiri. Ia mencari penghasilan tambahan untuk membiayai kebutuhan pribadi dan membayar biaya laboratorium Pendidikan Fisika.
Upaya tersebut ia lakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kemandiriannya selama menempuh pendidikan tinggi.
Kesempatan kuliah juga memberinya ruang untuk mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional. Dari kegiatan tersebut, Bahrur berkesempatan bepergian ke sejumlah daerah hingga ke luar negeri, mewujudkan impian yang pernah ia tulis dalam buku hariannya.
“Mimpi tanpa aksi hanyalah sebuah imajinasi,” katanya, mengungkapkan prinsip yang menjadi pegangan hidupnya.
Di balik capaian akademiknya, Bahrur menempatkan dukungan keluarga sebagai bagian penting dari keberhasilannya. Ia menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tuanya yang, meskipun hanya menempuh pendidikan hingga sekolah menengah atas, berhasil mengantarkan ketiga anak mereka menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Gelar ini bukan semata-mata milik saya, tetapi saya persembahkan gelar ini kepada Bapak Ibu saya,” ungkapnya.
Bahrur juga mengingatkan sesama lulusan agar tidak menjadikan prestasi akademik sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Menurutnya, pencapaian pendidikan perlu disertai kerendahan hati, empati, integritas, dan sikap menghargai sesama.
“Perjuangan tanpa doa akan kehilangan sandaran dan keberhasilan tanpa akhlak akan kehilangan makna,” pesannya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan pengembangan ilmu dan pembentukan karakter sebagai bagian dari proses pendidikan. Keberhasilan lulusan tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari sikap dan kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Prestasi Akademik dan Pembinaan Karakter
Unismuh Makassar menetapkan wisudawan berprestasi dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, tidak hanya capaian akademik. Berdasarkan penjelasan dalam pembacaan keputusan rektor, penilaian juga mencakup pengetahuan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta pengalaman organisasi dan kemahasiswaan.
Selain Bahrur pada jenjang sarjana, Unismuh Makassar menetapkan Wahyuddin Yahya dari Program Magister Manajemen sebagai wisudawan berprestasi tingkat universitas jenjang magister. Ia menyelesaikan studi dalam dua tahun dengan IPK 4,00 dan skor prestasi 95,98. Wahyuddin memperoleh dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan doktoral.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa penghargaan bagi lulusan berprestasi merupakan bagian dari upaya universitas menyiapkan sumber daya manusia unggul. Dukungan studi lanjut diharapkan dapat membantu lulusan mengembangkan kompetensi sekaligus berkontribusi bagi almamater.
Wisuda ke-89 Unismuh Makassar berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dengan total 1.598 lulusan. Bagi Bahrur, predikat wisudawan terbaik dan kesempatan melanjutkan studi menjadi tahap baru dalam perjalanan pendidikannya. Impian yang dahulu ditulis dalam buku harian kini berkembang menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu dan mengabdikan diri melalui dunia akademik.

Be the first to comment