WARTAPTM.ID, BANTUL — Rahmat Simbolon, wisudawan Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) yang beragama Kristen, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dengan predikat cum laude. Di balik pencapaian akademiknya, Rahmat membawa pengalaman berharga dari perkuliahan, termasuk pelajaran tentang kemanfaatan ilmu yang ia temukan melalui mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Pengalaman tersebut ia ceritakan saat mewakili wisudawan dalam Milad ke-5 dan Wisuda ke-2 SiberMu Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (22/10/2026), di Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rahmat merupakan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Administrasi Kesehatan. Di hadapan pimpinan Muhammadiyah dan sivitas akademika, Rahmat secara terbuka menyampaikan latar belakang keyakinannya sekaligus mengungkapkan kesan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Saya adalah mahasiswa nonmuslim, saya penganut Kristen. Selama kuliah, saya mendapat banyak pencerahan di sini lewat pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujar Rahmat.
Bagi Rahmat, pembelajaran AIK menjadi salah satu pengalaman penting selama kuliah. Ia mengaku memperoleh perspektif baru tentang Muhammadiyah dan peran pendidikan dalam membangun kehidupan masyarakat.
Ia menilai semangat pembaruan yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, pendirian SiberMu merupakan salah satu bentuk pengembangan pendidikan yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas kesempatan belajar.
“Yang dibawa oleh rumah besar Muhammadiyah ini adalah iman, ilmu, dan amal,” tuturnya.
Di balik IPK sempurna yang diraihnya, Rahmat juga menghadapi tantangan dalam menjalani pendidikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Fleksibilitas belajar tanpa harus selalu hadir secara fisik di kampus menuntut mahasiswa mampu mengatur waktu dan menjaga kedisiplinan secara mandiri.
Rahmat menggambarkan bagaimana mahasiswa PJJ harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan. Tidak sedikit yang baru dapat mempelajari materi atau menyelesaikan tugas setelah aktivitas sehari-hari selesai.
“Kami belajar setelah kami lelah bekerja seharian. Kami baru sempat membuka materi pelajaran mungkin saat anak-anak atau anggota keluarga kami sudah tidur. Kami baru sempat mengerjakan tugas-tugas di sela-sela jam istirahat, di perjalanan, bahkan di tempat yang sinyalnya hilang timbul tenggelam,” kenangnya.
Menurut Rahmat, pembelajaran jarak jauh memang mengurangi hambatan geografis, tetapi tetap membutuhkan komitmen yang kuat. Mahasiswa harus mengelola waktu, memenuhi tuntutan pekerjaan, dan menyelesaikan kewajiban akademik secara bersamaan.
Pengalaman itu juga menjadi bekal bagi lulusan untuk terus belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Terlebih, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut setiap orang terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
Selain membagikan pengalamannya, Rahmat mengajak para wisudawan menjadikan ilmu sebagai bekal untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Baginya, pendidikan tidak cukup berhenti pada gelar atau pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ia mengaku terinspirasi oleh hadis Nabi Muhammad saw. tentang keutamaan manusia yang memberi manfaat kepada orang lain. Nilai tersebut membekas dalam dirinya setelah mengikuti pembelajaran selama kuliah di SiberMu.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya, mengutip pesan yang ia pelajari selama perkuliahan.
Rahmat berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu sesuai bidang masing-masing, menjaga kejujuran, serta mengambil peran dalam menjawab persoalan di lingkungan tempat mereka berkarya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu disertai dengan akhlak. Menurutnya, kemampuan akademik dan profesional akan lebih bermakna ketika digunakan untuk kepentingan sesama.
“Bahwa kampus ini telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa kemajuan tanpa akhlak akan kehilangan arah,” ujarnya.
Bagi Rahmat, pengalaman belajar di SiberMu memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas pemahaman tentang nilai-nilai kemanusiaan.

Be the first to comment