WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengambil sumpah 21 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi pada Rabu (21/10/2026). Prosesi ini menandai penyelesaian pendidikan profesi sekaligus penguatan komitmen para lulusan untuk menjalankan tugas sebagai psikolog secara profesional dan bertanggung jawab.
Pengambilan Sumpah Psikolog Angkatan III periode Oktober 2026 tersebut berlangsung di Ruang Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Para lulusan telah menyelesaikan pendidikan profesi selama tiga semester atau sekitar 1,5 tahun.
Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Majelis Psikologi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tina Afiatin, dan disaksikan rohaniawan Ahmad Zaki Annafiri. Dalam prosesi tersebut, para lulusan mengucapkan delapan ikrar yang menjadi bagian dari komitmen profesi psikolog.
Ketua Majelis Psikologi Wilayah DIY yang mewakili Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah DIY menegaskan bahwa sumpah profesi bukan sekadar rangkaian seremonial. Ikrar tersebut menjadi janji yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, profesi, dan masyarakat.
Pesan itu menegaskan bahwa kompetensi keilmuan perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab etik. Sebagai tenaga profesional, psikolog dituntut menjalankan perannya dengan memperhatikan kepentingan dan kondisi individu yang dilayani.
Rektor UAD, Muchlas, turut mengapresiasi perjuangan para lulusan dalam menuntaskan pendidikan profesi. Ia berpesan agar para psikolog baru membawa nilai-nilai inti UAD ketika memasuki dunia kerja.
“Sebagai lulusan UAD, harapannya ketika menjalani profesi nanti, saudara memegang teguh nilai-nilai core values Universitas Ahmad Dahlan, yaitu inovatif, profesional, dan dedikatif,” ujarnya.
Muchlas juga mengingatkan para lulusan agar adaptif menghadapi tantangan regulasi dalam praktik psikologi. Menurutnya, persoalan regulasi yang saling bersinggungan menuntut para profesional untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Psikologi UAD, Muhammad Nur Syuhada, menyampaikan bahwa proses pendidikan selama 1,5 tahun menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang siap berkarier sebagai psikolog.
“Proses pendidikan yang panjang selama 1,5 tahun yang setiap hari penuh dengan tugas, tetapi proses yang dijalani tidak sia-sia karena itu bagian dari proses untuk menempa para lulusan agar menjadi psikolog yang mumpuni dan siap untuk berkarier,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater serta menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama proses pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, UAD memberikan penghargaan kepada Dellbi Rahmahdini, sebagai lulusan terbaik. Dellbi meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Adapun predikat cumlaude diraih Dellbi dan Raflesia Rini Adelia Ridwan, S.Psi., Psikolog, yang memperoleh IPK 3,85.
Mewakili para psikolog baru, Dellbi menyampaikan terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikannya. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses menyelesaikan pendidikan profesi selama 1,5 tahun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui pengambilan sumpah ini, UAD berharap para lulusan dapat menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi kompetensi, etika, serta nilai-nilai profesionalisme dalam memberikan layanan psikologi kepada masyarakat.

Be the first to comment