Delapan Dosen Unismuh Makassar Raih Pendanaan Penelitian Fundamental, Empat Lolos Program Hilirisasi Prototipe

Delapan Dosen Unismuh Makassar Raih Pendanaan Penelitian Fundamental, Empat Lolos Program Hilirisasi Prototipe
Delapan Dosen Unismuh Makassar Raih Pendanaan Penelitian Fundamental, Empat Lolos Program Hilirisasi Prototipe

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali mencatatkan capaian dalam bidang penelitian. Sebanyak delapan dosen kampus tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Penelitian Fundamental Reguler Tahun ke-2 untuk pelaksanaan tahun 2025. Selain itu, empat dosen lainnya juga lolos dalam Program Hilirisasi Prototipe Tahun Pelaksanaan 2026.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Muh Arief Muhsin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para dosen yang memperoleh pendanaan penelitian tersebut.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kultur riset di lingkungan Unismuh Makassar terus berkembang. Kami berharap penelitian yang didanai tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Dalam skema Penelitian Fundamental Reguler Tahun ke-2 Tahun Pelaksanaan 2025, delapan dosen yang memperoleh pendanaan adalah Yusri Handayani, Amrullah M., Suardi, Syahban Nur, Lismayana, Agustan S., Dewi Sartika, dan A. Luhur Prianto.

Sementara itu, pada skema Program Hilirisasi Prototipe Tahun Pelaksanaan 2026, empat peneliti Unismuh Makassar yang berhasil mendapatkan pendanaan yaitu Darmawati, Syamsia, Andi Rustam, dan Muhammad Muzaini.

Arief Muhsin menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya kolektif para dosen dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian serta konsistensi universitas dalam membangun ekosistem akademik yang berbasis riset.

Ia menambahkan bahwa LP3M terus mendorong para dosen untuk aktif mengikuti berbagai skema pendanaan penelitian nasional, baik yang berfokus pada penguatan basis keilmuan maupun pada pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.

“Program penelitian fundamental berperan dalam memperkuat pengembangan teori dan keilmuan. Sementara program hilirisasi prototipe mendorong hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat maupun sektor industri,” jelasnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen lain di lingkungan Unismuh Makassar untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian serta mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

LP3M, lanjut Arief, akan terus memberikan pendampingan kepada para dosen mulai dari tahap penyusunan proposal, pelaksanaan riset, hingga publikasi dan proses hilirisasi hasil penelitian.

Ia menegaskan bahwa penguatan riset merupakan bagian penting dari strategi Unismuh Makassar dalam meningkatkan reputasi akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Dengan bertambahnya jumlah dosen yang berhasil meraih pendanaan penelitian, Unismuh Makassar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di tingkat nasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*