Dorong Internasionalisasi, UMP Berangkatkan 12 Mahasiswa Ikuti Program SEA-Teacher di Filipina

Dorong Internasionalisasi, UMP Berangkatkan 12 Mahasiswa Ikuti Program SEA-Teacher di Filipina
Pelepasan Mahasiswa UMP Program SEA-Teacher, Rabu (7/1/2026).

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi pendidikan dengan memberangkatkan 12 mahasiswa untuk mengikuti “Program SEA-Teacher di Filipina”. Pelepasan peserta dilakukan pada Rabu (7/1/2026), melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Program SEA-Teacher menjadi bagian dari strategi UMP dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa di level global, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa akan menjalani praktik akademik dan pembelajaran lintas budaya di sejumlah perguruan tinggi mitra di Filipina.

Wakil Rektor I UMP, Saefurrohman, menyampaikan bahwa peluang kerja sama internasional yang dimiliki UMP terus berkembang, tidak hanya terbatas di Asia Tenggara, tetapi juga menjangkau negara-negara Asia lainnya.

“Channel kerja sama ke luar negeri itu sebenarnya tidak kurang. Ini kesempatan yang sangat baik untuk mahasiswa menambah pengalaman,” ujar Saefurrohman.

Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam program internasional seperti SEA-Teacher akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan akademik maupun personal. Program yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari hingga 8 Februari 2026 ini disebut sebagai fase penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Pimpinan universitas, termasuk rektorat, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.

Saefurrohman juga menjelaskan bahwa melalui Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI), UMP terus melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk insentif bagi mahasiswa dan dosen pendamping, agar minat terhadap program internasional semakin meningkat. Filipina dipilih sebagai negara tujuan karena memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia serta lingkungan akademik yang ramah bagi mahasiswa asing.

FKIP UMP Siap Bersaing di Level Global

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, Elly Hasan Sadeli, mengapresiasi kerja kolektif seluruh pimpinan fakultas, program studi, dan dosen dalam mendukung keberangkatan mahasiswa.

“Alhamdulillah, FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada program SEA-Teacher kali ini berhasil mengirimkan 12 mahasiswa. Ini menunjukkan kesiapan mahasiswa FKIP untuk belajar dan berproses di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, tidak hanya dalam praktik mengajar dan kegiatan akademik, tetapi juga dalam mengenal budaya, sistem pendidikan, serta dinamika lingkungan internasional.

Dalam program ini, mahasiswa UMP akan ditempatkan di sejumlah perguruan tinggi mitra, yakni Mariano Marcos State University (MMSU), President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST), dan Capiz State University (CAPSU).

Mahasiswa Siap Upgrade Diri di Lingkungan Internasional

Perwakilan mahasiswa peserta, Damar Adi Wicaksono, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester 5, menyampaikan apresiasi kepada UMP dan BKUI atas fasilitasi yang diberikan.

“Kami berdua belas terbagi di empat universitas di Filipina,” ujar Damar.

Ia merinci, empat mahasiswa—Arnesya Nabila, Damar Adi Wicaksono, Raihan Ramadhan Armayoga, dan Sarah Az Zahra—akan menjalani program di Mariano Marcos State University (MMSU). Dua mahasiswa, Binta Zakia dan Sasmita Az’Zahra, ditempatkan di PRMSU. Empat mahasiswa lainnya—Ghatsa Luqiana Ismah, Nabila Aulia Putri, Nurul Izzah, dan Fauzan Nur Sodik—akan mengikuti program di NEUST, sementara Sidik Ali Sofyan dan Hilman Ikhlasul Amal ditempatkan di CAPSU.

Damar menegaskan bahwa program SEA-Teacher menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Program ini menjadi kesempatan bagi kami semua untuk meng-upgrade diri, menambah pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik melalui pembelajaran di lingkungan internasional,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*