WARTAPTM.ID, AUSTRALIA – Dosen Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu), Muhammad Raihan Febriansyah, mengikuti program Australia Awards Short Course bertema penguatan integritas informasi dan literasi media di era digital.
Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, 9–23 Mei 2026, di dua kota, yakni Brisbane dan Sydney, Australia, dan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang profesional di Indonesia.
Program tersebut berfokus pada tantangan misinformasi dan disinformasi yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pada pekan pertama, kegiatan dilaksanakan di The University of Queensland (UQ), Brisbane, dengan menghadirkan para akademisi dan pakar di bidang komunikasi, data sains, dan media digital. Sementara pada pekan kedua, kegiatan dilanjutkan di Sydney dengan pendekatan yang lebih aplikatif melalui keterlibatan praktisi industri dan lembaga pemerintah.

Berbagai materi strategis diberikan, mulai dari penggunaan AI dalam menangkal disinformasi, masa depan kebenaran di era digital, hingga pendekatan kebijakan dan praktik komunikasi publik berbasis data.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kunjungan ke sejumlah institusi penting, seperti pemerintah kota, perusahaan teknologi global, dan lembaga penyiaran publik, guna memahami praktik terbaik dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat.
Program ini diikuti oleh jurnalis nasional, perwakilan kementerian, lembaga negara, serta organisasi masyarakat sipil yang memiliki perhatian pada isu literasi digital dan demokrasi informasi.

Raihan menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan informasi di Indonesia.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan belajar di Australia. Pengetahuan yang diperoleh sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi media di lingkungan akademik dan masyarakat,” ujarnya.
Sepulang dari program tersebut, ia akan mengembangkan inisiatif bertajuk “Tabayyun Digital”, sebuah pendekatan literasi media lintas generasi yang bertujuan membangun budaya verifikasi informasi di tengah masyarakat.
Keterlibatan dosen SaintekMu dalam forum internasional ini juga meneguhkan komitmen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam memperkuat peran akademisi sebagai agen pencerahan, khususnya dalam menghadapi tantangan disinformasi di era digital.
Be the first to comment