WARTAPTM.ID, PADANG — Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Dr. Rahmi, M.Ag, meluncurkan buku berjudul “Pendidikan Agama dan Culture Policing sebagai Benteng di Asrama Polri” dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Masjid Raya Sumatera Barat, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jemaah dari berbagai kalangan, termasuk unsur Kepolisian Daerah Sumatera Barat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta akademisi. Momentum ini menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus ruang kolaborasi antara institusi pendidikan, aparat negara, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., C.SFA., Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran kepolisian, pimpinan lembaga adat, serta perwakilan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Rahmi menyampaikan bahwa buku tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tantangan moral yang dihadapi keluarga di era modern, termasuk di lingkungan keluarga besar Polri.
“Keluarga merupakan ruang pendidikan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, diperlukan fondasi keagamaan yang kokoh serta budaya organisasi yang mendukung terbentuknya pribadi berintegritas,” ujarnya.
Melalui buku ini, ia menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan agama Islam dengan nilai-nilai culture policing seperti disiplin, integritas, tanggung jawab, dan keteladanan.
Pendekatan tersebut dipandang sebagai strategi membangun ketahanan moral keluarga dalam menghadapi dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta perubahan budaya yang semakin kompleks.
Selain mengulas konsep pendidikan agama, buku ini juga mengangkat pendekatan uswatun hasanah atau keteladanan sebagai metode utama dalam pembentukan karakter anak.
Dr. Rahmi juga menyoroti peran strategis Gerakan Subuh Berjamaah yang diinisiasi oleh Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta sebagai media pembinaan spiritual.
“Gerakan Subuh Berjamaah tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui pesan-pesan kamtibmas yang humanis,” jelasnya.
Menurutnya, integrasi nilai agama dan budaya kerja kepolisian tidak hanya bertujuan menciptakan keluarga yang sakinah, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, ketangguhan spiritual, dan akhlak mulia.
Peluncuran buku ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan pendidikan Islam, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan karakter di lingkungan kepolisian.
Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, praktisi pendidikan, anggota Polri, serta masyarakat luas dalam membangun sistem pendidikan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan integritas.
Sebagai bagian dari sivitas akademika UM Sumatera Barat, Dr. Rahmi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan karya ilmiah yang solutif dan berdampak bagi masyarakat.
Be the first to comment