WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan tradisi akademik dengan mengukuhkan dua guru besar di bidang kesehatan. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Kamis (25/62026).
Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Andari Wuri Astuti sebagai Guru Besar Ilmu Kebidanan dengan kepakaran kesehatan seksual dan reproduksi perempuan berbasis bukti, serta Wantonoro sebagai Guru Besar Ilmu Keperawatan dengan fokus long-term care.
Pengangkatan keduanya didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia terkait kenaikan jabatan akademik dosen.
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan bahwa capaian guru besar merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi dan ketekunan dalam perjalanan akademik.
“Pengukuhan ini meneguhkan komitmen bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi jalan untuk menghadirkan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran guru besar tidak hanya menjadi simbol pencapaian individu, tetapi juga memperkuat fondasi keilmuan institusi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Setyabudi Indartono, menilai pengukuhan ini sebagai capaian strategis sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Menjadi guru besar bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peran guru besar dalam menjaga kualitas tridharma perguruan tinggi, mulai dari pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi akademisi berikutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyebut pengukuhan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan Unisa sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan cendekiawan berkemajuan.
“Unisa menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat tradisi keilmuan, akademik, dan riset, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi akar sejarah institusi ini,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar penguatan keilmuan tidak hanya terpusat pada program studi tertentu, tetapi berkembang secara merata di seluruh bidang, dengan tetap mempertahankan keunggulan di sektor kesehatan.
Dengan bertambahnya dua guru besar ini, Unisa Yogyakarta semakin memperkokoh perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu kesehatan berbasis riset dan pengabdian. Momentum ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun global.
Be the first to comment