FEB Unismuh Makassar Perkuat Kurikulum OBE untuk Persiapan Akreditasi Internasional

FEB Unismuh Makassar Perkuat Kurikulum OBE untuk Persiapan Akreditasi Internasional
FEB Unismuh Makassar Perkuat Kurikulum OBE untuk Persiapan Akreditasi Internasional

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makasssar) terus memperkuat pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan program studi menuju akreditasi internasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan penyusunan kurikulum OBE yang menghadirkan pakar manajemen, Nuryakin, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang difasilitasi oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unismuh ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 17 Gedung Iqra, kampus Unismuh Makassar, pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi, tim penjaminan mutu, serta dosen yang terlibat dalam pengembangan kurikulum. Hadir pula Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Burhanuddin, Ketua BPM Amrullah, serta Dekan FEB Edi Jusriadi.

Fondasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan momentum pendampingan ini untuk memperdalam pemahaman tentang implementasi OBE secara komprehensif.

“Oleh karena itu, Bapak-Ibu sekalian kita harus menggunakan momen ini semaksimal mungkin untuk menimba ilmu,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pengembangan kurikulum OBE tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan harus mampu menelusuri secara nyata capaian pembelajaran mahasiswa. Implementasi OBE, lanjutnya, harus mencerminkan proses pendidikan yang terukur dan berdampak pada kualitas lulusan.

Ia juga menyampaikan bahwa Unismuh Makassar menargetkan sejumlah program studi untuk meraih akreditasi internasional dalam beberapa tahun ke depan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan daya saing global sekaligus mempersiapkan reakreditasi institusi pada periode 2027–2028.

“Di pundak Bapak-Ibu ini ada tanggung jawab besar untuk membawa Unismuh Makassar masuk dalam kancah daya saing internasional,” kata Burhanuddin.

Kurikulum Berbasis OBE

Dalam pemaparannya, Nuryakin menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE harus disusun secara konsisten, mulai dari perumusan capaian pembelajaran hingga proses evaluasi hasil belajar mahasiswa.

“Sekarang semua langsung sasarannya adalah kurikulumnya. Kurikulumnya harus OBE, OBE-nya betul-betul OBE, bukan sekadar OBE di dokumen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem pendidikan berbasis OBE, perguruan tinggi dituntut mampu menunjukkan keterukuran capaian pembelajaran serta dampak lulusan terhadap masyarakat dan dunia industri. Aspek tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian akreditasi internasional.

Menurutnya, proses menuju akreditasi internasional memerlukan tahapan panjang, mulai dari keanggotaan pada lembaga akreditasi internasional, penyusunan laporan evaluasi diri, hingga proses asesmen kelayakan. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, serta sistem penjaminan mutu yang kuat.

FEB Percepat Penyelarasan Kurikulum

Sementara itu, Dekan FEB Unismuh Makassar, Edi Jusriadi, menegaskan bahwa kegiatan pendampingan ini menjadi momentum penting untuk memastikan implementasi OBE berjalan secara nyata dalam proses pembelajaran.

Ia menyampaikan bahwa FEB akan mempercepat penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah, serta penguatan sistem penjaminan mutu agar standar internasional dapat dipenuhi secara konsisten.

“Kami ingin OBE ini bekerja di kelas, terukur dalam penilaian, dan terbukti pada kinerja lulusan. Karena itu, kolaborasi pimpinan, prodi, tim mutu, dan dosen harus berjalan satu napas untuk menyiapkan FEB menuju akreditasi internasional,” ujarnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Unismuh Makassar berharap seluruh program studi di lingkungan FEB mampu menyusun kurikulum berbasis Outcome Based Education secara komprehensif. Upaya tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang pengakuan internasional bagi program studi di lingkungan universitas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*