Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kembali menunjukkan kiprah strategisnya di dunia pendidikan tinggi nasional. Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, sejumlah kampus Muhammadiyah tercatat sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia dengan riset yang paling banyak dimanfaatkan oleh industri.
Penilaian tersebut didasarkan pada indikator industry income, yakni ukuran yang digunakan THE untuk menilai sejauh mana hasil penelitian sebuah kampus memberikan kontribusi nyata bagi sektor industri.
Mengukur Dampak Riset ke Dunia Industri
Indikator industry income mencerminkan kemampuan perguruan tinggi dalam melakukan transfer pengetahuan ke dunia usaha. Penilaian ini dihitung dari pendapatan yang diperoleh kampus melalui kerja sama riset, inovasi, hingga layanan konsultasi dengan industri, yang kemudian disesuaikan dengan jumlah staf akademik dan paritas daya beli.
Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar pula tingkat kepercayaan industri terhadap kualitas riset yang dihasilkan kampus tersebut.
Selain itu, indikator ini juga menggambarkan sejauh mana sektor industri bersedia berinvestasi pada hasil penelitian kampus, sekaligus menunjukkan kapasitas institusi dalam menarik pendanaan dari sektor komersial. Dalam skema penilaian THE, industry income berkontribusi sebesar 4 persen dengan rincian Industry Income (2%) dan Patents (2%) terhadap penilaian keseluruhan kualitas perguruan tinggi.
Untuk mengukur kualitas riset secara menyeluruh, THE juga mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu reputasi akademik, pendapatan riset, dan produktivitas publikasi ilmiah.
Daftar Kampus Swasta dengan Riset Paling Banyak Digunakan Industri
Berdasarkan data THE World University Rankings 2026, berikut daftar perguruan tinggi swasta di Indonesia dengan skor industry income tertinggi ):
- Bina Nusantara University (BINUS) – 50,6
- Telkom University (Tel-U) – 36,1
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) – 25,8
- Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya – 22,9
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – 18,3
- Universitas Islam Indonesia (UII) – 17,8
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – 17,5
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – 16,5
*(update 1 April 2026)
Dari daftar tersebut, empat kampus berasal dari PTMA, yakni UAD, UMY, UMS, dan UMM. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibandingkan kelompok perguruan tinggi lainnya, sehingga saat ini telah terlihat kampus Muhammadiyah memiliki dampak dan kontribusi riset yang relevan.
Be the first to comment