WARTAPTM.ID, MADIUN — Ahmad Yunus Annahar, mahasiswa semester tiga Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, terpilih mengikuti Pendampingan Produk Digital Creativepreneur 2026 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Kesempatan ini menjadi kelanjutan dari pengalamannya mengembangkan bisnis kaus melalui program kewirausahaan sebelumnya.
Pendampingan tersebut diselenggarakan melalui UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di Kota Madiun pada Rabu (28/10/2026) dengan melibatkan 10 peserta.
Ahmad terpilih setelah mengikuti Program Youth Creativepreneur Center (YCC) yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur di Madiun pada Mei 2026. Dalam program itu, ia bersama mahasiswa Biokewirausahaan UMJT lainnya, Almaeda Rizky Thomas Wijaya, memperoleh pembelajaran praktis mengenai pengelolaan usaha.
Pengalaman tersebut membantu Ahmad memahami sejumlah aspek bisnis, mulai dari pemilihan bahan produksi, pencatatan arus kas, penghitungan harga pokok penjualan (HPP), penyusunan rencana bisnis, hingga penentuan target pasar dan pembuatan iklan produk.
“Misalnya tentang bahan produksi kaus, arus keluar masuk uang usaha sehingga memahami HPP (harga pokok penjualan), membuat rencana bisnis usaha mulai dari ide produk hingga target pasar, serta membuat iklan produknya,” tutur Ahmad, Senin (26/10/2026).
Ahmad kini mengembangkan Noiz Works, brand kaus bergaya streetwear yang menyasar pasar generasi Z. Produk tersebut masih dipasarkan dengan sistem prapesan atau pre-order.
Salah satu pengalaman berkesan Ahmad selama mengikuti YCC terjadi ketika ia harus mempresentasikan video iklan produknya. Karena terlambat menyiapkan video, ia memilih melakukan siaran langsung melalui TikTok untuk mempromosikan produknya.
Di luar dugaan, siaran langsung tersebut memperoleh jumlah penonton terbanyak dibandingkan peserta lainnya. Ahmad pun mendapatkan hadiah dari panitia.
Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk mencoba pendekatan pemasaran digital secara langsung, sekaligus mengenali cara berkomunikasi dengan calon konsumen melalui platform media sosial.
“Jadi program YCC itu sangat membantu saya untuk lebih mengenal dunia bisnis brand kaos. Hingga dari program YCC itu saya bisa ikut pelatihan nanti,” ujar Ahmad.
Keikutsertaannya dalam Pendampingan Produk Digital Creativepreneur 2026 diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan keterampilannya dalam mengembangkan usaha, khususnya dalam pemanfaatan strategi digital untuk pemasaran produk.
Ketua Program Studi Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftahkul Fauzi, berharap kesempatan tersebut dapat membantu Ahmad mengembangkan Noiz Works secara berkelanjutan.
Ia mendorong Ahmad untuk terus berkreasi dan berinovasi, termasuk memperluas pengembangan produk maupun jasa yang memiliki peluang pasar.
“Semoga terus maju dengan brand dia saat ini, kami mendorong untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam berbagi lini produk dan jasa, salah satunya produk brand-nya,” kata Irfan.
Menurut Irfan, pengalaman mahasiswa mengikuti program pengembangan kewirausahaan di luar kampus dapat menjadi bekal untuk membangun usaha secara lebih terarah.

Be the first to comment