Muhammadiyah Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Palestina melalui Palestine Center for Global Peace

Muhammadiyah Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Palestina melalui Palestine Center for Global Peace
Soft Launching Palestine Center for Global Peace, Selasa (13/1/2026).

Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemanusiaan dan perdamaian global, khususnya bagi Palestina, melalui “Soft Launching Palestine Center for Global Peace”. Pusat kajian ini diinisiasi oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Al-Quds University sebagai ruang kolaborasi akademik lintas negara yang berorientasi pada keadilan dan perdamaian dunia.

Agenda ini digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, President Al-Quds University Imad Abu Kishek, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, jajaran majelis dan lembaga PP Muhammadiyah, serta pimpinan universitas di lingkungan UMY.

Dalam forum yang berlangsung pada Selasa (13/1/2026) tersebut, para pihak turut membahas penguatan jejaring akademik Muhammadiyah yang diarahkan pada isu-isu perdamaian, keadilan global, dan solidaritas kemanusiaan, dengan Palestina sebagai salah satu fokus utama.

Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menegaskan bahwa kehadiran Palestine Center for Global Peace merupakan manifestasi konsistensi Muhammadiyah dalam mengarusutamakan nilai Islam berkemajuan yang berpihak pada kemanusiaan universal. Melalui pusat ini, Muhammadiyah tidak hanya menyuarakan solidaritas moral, tetapi juga menghadirkan kontribusi pemikiran dan akademik bagi upaya perdamaian yang berkeadilan.

“Adanya Palestine Center for Global Peace ini, adalah bagian dari upaya persyarikatan Muhammadiyah untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan dan juga perdamaian dunia melalui pendidikan dan forum-forum akademik,” ujar Syamsul Anwar.

Palestine Center for Global Peace

Lebih lanjut, President Al-Quds University, Imad Abu Kishek, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Muhammadiyah yang dinilainya sebagai bentuk nyata solidaritas akademik internasional. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan Palestina, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan.

“Kolaborasi antara Muhammadiyah dan Al-Quds University diharapkan menjadi program yang berdampak positif bagi kedua belah pihak, khususnya dalam memperkuat pendidikan dan kerja sama akademik untuk Palestina,” ungkap Imad.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki kekuatan besar melalui jejaring perguruan tingginya yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Selain memiliki mahasiswa internasional, termasuk dari Palestina, Muhammadiyah juga mengembangkan berbagai program riset, pertukaran mahasiswa, dan publikasi ilmiah yang berpotensi diperluas dalam kerangka kerja sama dengan Al-Quds University.

Beberapa bidang kolaborasi yang ditawarkan mencakup pendidikan dan riset, isu-isu kemanusiaan, bisnis dan ekonomi, hingga wakaf, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat Palestina sekaligus memperkuat hubungan akademik jangka panjang antar kedua institusi.

Selain menjadi momentum peluncuran awal, pertemuan ini juga berfungsi sebagai forum penjajakan kerja sama strategis antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan universitas-universitas di Palestina. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada penguatan kapasitas akademik, tetapi juga memperluas peran Muhammadiyah dalam diplomasi kemanusiaan global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*