Muhammadiyah Resmikan Rumah Kader di Sleman, Perkuat Pembinaan dan Distribusi Kader

Muhammadiyah Resmikan Rumah Kader di Sleman, Perkuat Pembinaan dan Distribusi Kader

WARTAPTM.ID, SLEMAN — Muhammadiyah meresmikan Rumah Kader di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (25/10/2026). Fasilitas yang diinisiasi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah ini disiapkan untuk memperkuat pembinaan ideologi, meningkatkan kompetensi, dan mendukung penempatan kader sesuai kebutuhan persyarikatan.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengaderan yang lebih terintegrasi. Rumah Kader tidak hanya dirancang sebagai tempat kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas kader dari berbagai daerah.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan, Rumah Kader diharapkan menjadi ruang bersama, terutama bagi kader di tingkat akar rumput, untuk memperdalam ideologi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menjalankan peran organisasi.

Menurutnya, pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut diarahkan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan terpadu Muhammadiyah. Untuk tahap awal, fasilitas dapat digunakan oleh kader dan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah.

“Ini kerja Muhammadiyah. Tidak ada biaya eksternal, karena ini rumah ideologis, memang harus dari Muhammadiyah,” tegas Bachtiar.

Penataan dan pengembangan fasilitas ditargetkan berlangsung selama satu tahun ke depan agar kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih terstruktur.

Rumah Kader saat ini memiliki fasilitas penginapan dengan kapasitas 50 tempat tidur. Sarana tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai ortom, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Lembaga Dakwah Khusus (LDK).

Selain penginapan, fasilitas ini dapat digunakan untuk rapat, lokakarya, pelatihan, dan kegiatan organisasi lainnya. Kader dari luar daerah yang berkunjung ke Yogyakarta juga dapat memanfaatkannya, termasuk peserta program Baitul Arqam on the Road.

Pada tahap awal, pemanfaatan Rumah Kader tidak dipungut biaya, kecuali jika terdapat kebutuhan operasional tertentu, seperti kebersihan. Skema pembiayaan selanjutnya akan dievaluasi seiring dengan pengembangan fasilitas dan kebutuhan operasional.

Bachtiar berharap Rumah Kader dapat menjadi ruang bersama yang mendukung kegiatan pengaderan lintas organisasi dan wilayah. Dengan fasilitas tersebut, kader diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas.

Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menekankan bahwa keberhasilan pengaderan tidak berhenti pada proses pendidikan dan pembinaan. Organisasi juga perlu memastikan kader memperoleh ruang pengabdian yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan persyarikatan.

Menurut Agung, sumber kader Muhammadiyah berasal dari berbagai jalur, termasuk sekolah, pesantren, perguruan tinggi, dan organisasi otonom. Potensi tersebut perlu dipetakan agar dapat mendukung regenerasi kepemimpinan serta memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di berbagai amal usaha dan lembaga Muhammadiyah.

Ia menyoroti kebutuhan tenaga pendidik dan ulama di sejumlah pesantren Muhammadiyah. Di sisi lain, terdapat kader dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang beragam, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Kondisi tersebut, menurut Agung, membutuhkan sistem distribusi kader yang terencana. MPKSDI diharapkan dapat menjembatani kebutuhan lembaga dengan ketersediaan kader yang memiliki kualifikasi sesuai.

“Kalau tidak ada distribusi kader yang baik, akan chaos juga,” kata Agung.

Ia juga mendorong peningkatan kompetensi kader agar mampu bersaing di berbagai bidang profesional, termasuk melalui pendidikan lanjutan, beasiswa, dan kerja sama dengan pihak lain. Dengan demikian, kader tidak hanya memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah, tetapi juga memenuhi persyaratan keahlian di bidang pengabdiannya.

Selain itu, Agung menekankan pentingnya pendampingan terhadap kader yang berada di luar daerah maupun luar negeri. Hubungan dengan kader diaspora perlu dijaga agar mereka tetap terhubung dengan persyarikatan.

“Jangan biarkan kader diaspora jalan sendiri, supaya mereka tidak merasa dilepas, sehingga rumah-rumah kader seperti ini perlu diperbanyak,” ujarnya.

Agung menjelaskan, Muhammadiyah menyiapkan kader untuk berkiprah dalam tiga ranah pengabdian, yakni persyarikatan, umat, dan bangsa. Ketiganya membutuhkan kader yang memiliki integritas, kompetensi, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab secara profesional.

Kader yang berkiprah di pemerintahan, misalnya, tetap diharapkan membawa nilai-nilai Muhammadiyah dan menjalankan tugas dengan orientasi pada kemaslahatan masyarakat. Karena itu, proses pengaderan perlu dilanjutkan dengan pendampingan, pemetaan potensi, dan penempatan yang tepat.

Agung juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berintegritas, termasuk perbaikan mekanisme pemilihan agar terbebas dari praktik politik uang. Perhatian terhadap keluarga kader dan mereka yang turut aktif dalam kegiatan Muhammadiyah juga perlu diperkuat agar ikatan dengan persyarikatan tetap terjaga.

Upaya tersebut menempatkan pengaderan sebagai proses berkelanjutan yang mencakup pembentukan ideologi, peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga penyaluran potensi kader.

Peresmian Rumah Kader ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Agung Danarto. Sebelumnya, pada Sabtu (24/10/2026), MPKSDI PP Muhammadiyah menggelar pelatihan pengoperasian Sistem Informasi Kader (SIKADER) sebagai bagian dari penguatan sistem pengaderan.

Kehadiran Rumah Kader di Sleman diharapkan mendukung upaya Muhammadiyah membangun ekosistem pengaderan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui fasilitas dan penguatan sistem tersebut, pembinaan kader diharapkan berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply