Bambang Riyanta resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) untuk masa jabatan 2025–2029. Prosesi pelantikan digelar di Gedung SM Tower Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ahmad Muttaqin, Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengabdian (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momentum ini menandai estafet kepemimpinan bagi SiberMu sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis daring penuh di Indonesia, sekaligus mempertegas posisinya dalam menghadapi arus disrupsi teknologi yang kian masif.
Usai pelantikan rektor, Bambang Riyanta melantik jajaran wakil rektor, yakni Punang Amaripuja sebagai Wakil Rektor Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan (2026–2030), serta Wahyudi sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya (Administrasi Umum, Keuangan, dan Teknologi Informasi) periode 2026–2030.
Komitmen Perkuat Ekosistem Digital

Dalam pidatonya, Bambang Riyanta menegaskan komitmennya membawa SiberMu menjadi institusi pendidikan digital yang kolaboratif, berintegritas, dan berkemajuan. Ia menekankan pentingnya memperkuat ekosistem pembelajaran daring yang inovatif agar memiliki daya saing kuat di tingkat nasional maupun internasional.
“Amanah ini merupakan momentum penting bagi SiberMu untuk terus meningkatkan akses pendidikan yang fleksibel bagi masyarakat luas. Kami mengusung semangat Belajar Sepanjang Masa, Tanpa Batas agar pendidikan berkualitas dapat dijangkau siapa saja dan di mana saja,” ujarnya.
Menurutnya, SiberMu tidak hanya dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memimpin perubahan dalam lanskap pendidikan tinggi digital.
Dukungan juga datang dari Dede Haris Sumarno, Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru ini menjadi ladang amal jariyah yang luas.
Menurutnya, memasuki periode 2025–2029, tantangan pendidikan tinggi bukan lagi sekadar adaptasi teknologi, melainkan bagaimana memimpin perubahan tersebut.
“SiberMu harus menjadi pionir dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang melampaui batas fisik. Tidak hanya sebagai pusat pembelajaran daring, tetapi juga sebagai pusat riset dan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah akademik dan etika digital di tengah era informasi dan fenomena post-truth. SiberMu, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan mencerahkan serta menjadi teladan dalam praktik digital citizenship yang beradab.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah V, Tego Sudarto, menyebut kehadiran SiberMu sebagai gambaran nyata transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia. Ia berharap SiberMu terus berkembang dan meraih akreditasi Unggul.
“Di sinilah peran penting SiberMu, sebagai jawaban atas tantangan transformasi digital dan pendidikan yang dapat diakses oleh siapa pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Kontribusi Strategis Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Muttaqin memaparkan kontribusi strategis Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. Hingga Februari 2026, jumlah PTMA mencapai 163 perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, 21 telah terakreditasi Unggul. Secara nasional, PTMA menyumbang sekitar 4 persen dari total 4.461 perguruan tinggi di Indonesia.
Dari sisi program studi, PTMA memiliki 2.420 prodi atau sekitar 8 persen dari total 29.413 prodi nasional. Jumlah mahasiswa (student body) juga telah mencapai sekitar 7 persen secara nasional, dengan 454 guru besar atau sekitar 6 persen dari total guru besar di Indonesia. Di bidang kesehatan, Muhammadiyah memiliki 23 Fakultas Kedokteran dan menargetkan peningkatan hingga 30 FK atau lebih.
“Ini merupakan bentuk nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan umat. Universitas SiberMu menjadi salah satu pionir terdepan dalam menjawab tantangan transformasi teknologi yang semakin modern,” tegasnya.
Be the first to comment