WARTAPTM.ID, PURWOREJO – Komitmen penguatan budaya mutu terus diteguhkan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) akreditasi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi oleh LAMEMBA pada 5–6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam memastikan kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi berjalan secara berkelanjutan dan terukur.
Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor, yakni Rina Astini dan Mukaram, yang melakukan verifikasi serta konfirmasi terhadap data Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS). Proses ini menitikberatkan pada kesesuaian antara dokumen dengan implementasi nyata di lapangan, mencakup aspek tata kelola, pembelajaran, luaran, hingga kerja sama.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), fakultas, serta sivitas akademika. Ketua BPH UMPWR, Muh. Hamidi, menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan ruang refleksi dan pembelajaran institusi.
Ia menyampaikan bahwa budaya mutu harus dibangun dengan keikhlasan, keterbukaan, dan semangat kolektif untuk terus berkembang. Menurutnya, proses ini menjadi momentum penting untuk mendorong Program Studi Manajemen semakin unggul, adaptif, dan berwawasan Islami dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Asesmen ini bukan sekadar penilaian, melainkan momentum untuk membentuk Program Studi Manajemen yang makin unggul, adaptif, berwawasan Islami, dan berdampak bagi masyarakat. Kami berharap seluruh tim menjalani proses ini dengan terbuka dan ikhlas demi meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, dalam sambutannya menyoroti perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh Program Studi Manajemen. Ia menyebutkan bahwa prodi ini termasuk salah satu dengan peminat tertinggi, serta memiliki daya saing yang terus meningkat, baik dari sisi akademik maupun jejaring kerja sama.
“Perkembangan Program Studi Manajemen menunjukkan tren yang sangat baik. Minat calon mahasiswa terus tumbuh, kolaborasi internasional telah terjalin, dan masa tunggu lulusan relatif singkat, kurang dari enam bulan. Ini menunjukkan bahwa budaya mutu yang dibangun memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Dari sisi asesor, proses asesmen dipahami sebagai bagian dari pembinaan mutu yang berkelanjutan. Rina Astini menegaskan bahwa asesmen dilakukan secara objektif dan transparan, dengan tujuan membuka ruang perbaikan.
“Kami hadir untuk melakukan konfirmasi terhadap data yang telah disampaikan dalam LED. Proses akreditasi dilakukan secara terbuka sehingga program studi dapat menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Kami tidak datang untuk menghakimi, tetapi untuk membuka ruang perbaikan dan pengembangan agar kualitas program studi semakin meningkat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Mukaram menekankan pentingnya prinsip continuous improvement sebagai fondasi dalam pengembangan program studi.
“Kehadiran kami di sini selain untuk bersilaturahmi juga melakukan konfirmasi terhadap data yang telah dikirimkan ke LAMEMBA. Semangat yang dibangun adalah continuous improvement, sehingga setiap proses yang dijalankan diharapkan selalu lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini sekaligus menjadi cerminan kesungguhan sivitas akademika UMPWR dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas. Tidak hanya berorientasi pada capaian akreditasi unggul, tetapi juga pada keberlanjutan mutu yang berdampak bagi masyarakat luas.
Melalui ikhtiar ini, UMPWR menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam setiap proses pengembangannya.
Be the first to comment