Ranita Rope Resmi Terima SK Rektor UMMU 2026–2030, Cetak Sejarah sebagai Rektor Perempuan Pertama

Ranita Rope Resmi Terima SK Rektor UMMU 2026–2030, Cetak Sejarah sebagai Rektor Perempuan Pertama
Ranita Rope Resmi Terima SK Rektor UMMU 2026–2030, Cetak Sejarah sebagai Rektor Perempuan Pertama

Momentum bersejarah tercatat di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) setelah Ranita Rope resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Rektor periode 2026–2030. Penyerahan SK berlangsung khidmat di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten, pada 24 Februari 2026.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 88/KEP/I.0/D/2026 tentang Pengangkatan Rektor UMMU Masa Jabatan 2026–2030. Dengan keputusan ini, Ranita resmi menjadi rektor perempuan pertama dalam sejarah UMMU.

Prosesi penyerahan SK dihadiri jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, unsur Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang), Badan Pembina Harian (BPH) UMMU, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Ranita menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kolaborasi.

“Amanah ini adalah kepercayaan besar yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor sebelumnya, Saiful Deni, berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan capaian strategis yang telah dirintis, sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan, mutu akademik, dan daya saing UMMU di tingkat nasional. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program, penguatan akreditasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ranita menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas unsur Persyarikatan dan sivitas akademika. Dukungan dari Aisyiyah Maluku Utara, BPH, serta organisasi otonom seperti IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah menjadi energi kolektif dalam membangun kampus ke depan.

Ia menyebutkan sejumlah fokus strategis, antara lain penguatan tridarma perguruan tinggi, transformasi kelembagaan yang adaptif dan inovatif, serta tata kelola yang profesional dan akuntabel.

“Insyaallah, dengan sinergi semua pihak, kita akan membangun UMMU untuk kemajuan Persyarikatan, umat, dan bangsa,” tuturnya.

Penyerahan SK ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi simbol keberlanjutan estafet kepemimpinan sekaligus komitmen bersama membawa UMMU menjadi perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berkemajuan di kawasan timur Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*