WARTAPTM.ID, PURWOKERTO — Inovasi digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan daya saing di tingkat nasional. Melalui startup berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama KasKos, mahasiswa UMP menghadirkan solusi pengelolaan keuangan yang praktis dan adaptif bagi generasi muda.
Tidak sekadar berhenti pada tahap pengembangan, aplikasi KasKos kini telah resmi tersedia di Google Play, memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta berkembang menjadi badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
KasKos dikembangkan sebagai respons atas rendahnya kebiasaan mencatat dan mengelola keuangan, khususnya di kalangan Generasi Z. Melalui satu platform, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas finansial secara terintegrasi.
Mulai dari pencatatan transaksi melalui chatbot, pemindaian struk, pencatatan utang-piutang, hingga analisis kesehatan finansial, seluruh fitur dirancang untuk mempermudah pengguna dalam mengambil keputusan keuangan.
“Mengelola keuangan seharusnya menjadi kebiasaan, bukan sesuatu yang rumit. Melalui KasKos, kami ingin menghadirkan asisten finansial berbasis AI yang mendampingi pengguna dalam setiap keputusan keuangan,” ungkap tim pengembang, Sabtu (8/8/2026).
Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur konsultasi berbasis AI yang memberikan insight personal bagi pengguna.
“Harapannya, teknologi ini dapat meningkatkan literasi finansial sekaligus membantu masyarakat mencapai kondisi finansial yang lebih baik,” lanjutnya.
KasKos dikembangkan oleh lima mahasiswa lintas program studi, yakni Samsul Anam (Teknik Informatika) sebagai Founder & CEO, Evana Syarifah Husna (Akuntansi) bidang keuangan, Syuja Array Abimanyu (Bisnis Digital) bidang pemasaran, Muhammad Risqi Alfiannur (Manajemen) sebagai manajer, serta Sopia Dwi Rahmawati (Manajemen) bidang legal.
Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan startup, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga aspek bisnis, pemasaran, dan legalitas.
Perjalanan KasKos kemudian diperkuat melalui pendanaan P2MW serta inkubasi bisnis di lingkungan kampus, sehingga mampu berkembang menuju tahap komersialisasi.
Dalam perjalanannya, KasKos berhasil menembus berbagai kompetisi kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional. Startup ini bahkan menjadi finalis Ceds Funding Business Competition Universitas Indonesia dan berkesempatan melakukan pitching di hadapan investor internasional.
Selain itu, KasKos juga memborong sejumlah penghargaan pada ajang UAD FAIR 2026, di antaranya Juara 1 Stand Terunik, Juara 1 Poster Digital, Juara 3 Video Kreatif, serta Harapan 1 Inovasi Produk.
Prestasi lainnya diraih pada kompetisi MCEBI tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang dengan meraih Juara 1 Proposal Bisnis Jasa Digital.Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa UMP tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga kuat dalam model bisnis dan strategi pemasaran.
Keberhasilan KasKos tidak lepas dari dukungan ekosistem inovasi di UMP. Pengembangan teknologi didampingi oleh Program Studi Teknik Informatika, sementara aspek bisnis diperkuat melalui Program Studi Bisnis Digital.
Selain itu, startup ini juga diinkubasi melalui Islamic Student Business Incubator (ISBI) UMP yang memberikan pendampingan dalam penguatan model bisnis, pengembangan produk, hingga strategi komersialisasi.
Kolaborasi ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan praktik kewirausahaan untuk melahirkan inovasi berbasis teknologi.
Kehadiran KasKos menjadi bagian dari transformasi kewirausahaan mahasiswa di era digital. Mahasiswa tidak hanya didorong menciptakan usaha konvensional, tetapi juga mengembangkan startup berbasis teknologi yang memiliki jangkauan lebih luas.
Dengan berbagai capaian yang diraih, KasKos diharapkan tidak hanya memperkuat posisi mahasiswa UMP dalam ekosistem startup nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Be the first to comment