Wisuda 471 Lulusan, Unmuha Aceh Didorong Percepat Langkah Menuju Unggul

Wisuda 471 Lulusan, Unmuha Aceh Didorong Percepat Langkah Menuju Unggul

WARTAPTM.ID, BANDA ACEH — Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mewisuda 471 lulusan dari 21 program studi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ahlimadya, Sarjana, dan Magister ke-51 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium UCC Ahmad Dahlan Unmuha, Sabtu (26/9/2026).

Dari jumlah tersebut, 230 lulusan meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude). Sebanyak 18 wisudawan di antaranya ditetapkan sebagai wisudawan terbaik.

Rektor Unmuha, Aslam Nur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas kerja keras dan usaha yang dilakukan untuk menimba ilmu di kampus Unmuha. Rektor Unmuha juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek, LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Kopertais Wilayah V, PWM Aceh, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan Unmuha. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Unmuha.

Lebih lanjut, rektor memaparkan sejumlah perkembangan kampus selama setahun terakhir. Salah satunya pembukaan Program Studi Ilmu Hukum yang mulai menerima mahasiswa baru pada semester ini.

Selain pengembangan program studi, Unmuha juga mencatat peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Sebanyak 21 dosen baru memperoleh Sertifikasi Dosen (Serdos), sehingga jumlah dosen tersertifikasi di Unmuha kini mencapai 127 orang.

Sejumlah dosen juga berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi. Di antaranya penerima beasiswa LPDP untuk studi di luar negeri serta Beasiswa BPDDI Kemendiktisaintek untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia.

Aslam mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari proses penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Unmuha.

Di hadapan para wisudawan, ia berpesan agar kelulusan tidak menjadi akhir dari proses belajar.

“Teruslah belajar dan tetaplah rendah hati kepada sesama. Jangan pernah melupakan orang-orang di balik kesuksesan Saudara,” kata Aslam.

Ia juga mengingatkan para alumni untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater serta membawa nama baik Unmuha di tengah masyarakat.

“Walaupun melangkah keluar dari gerbang kampus, Saudara sejatinya tidak benar-benar pergi. Jangan pernah melupakan almamater tempat Saudara menimba ilmu, dan jagalah nama baiknya di mana pun berada,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin, mengatakan Unmuha saat ini tengah diarahkan untuk mempercepat penguatan mutu kelembagaan menuju perguruan tinggi terakreditasi Unggul di Aceh.

“Dari 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia, sebanyak 21 di antaranya telah meraih predikat Unggul. Tantangan dari LLDikti Wilayah XIII Aceh siap kita jawab bersama. Kami optimistis Unmuha akan segera menyusul menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah terakreditasi Unggul,” ujar Mahfud dalam sambutannya.

Menurut Mahfud, peningkatan mutu perguruan tinggi tidak cukup hanya ditandai dengan capaian administratif. PTMA juga perlu memperkuat riset dan inovasi agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan dapat menjawab persoalan masyarakat.

“Dosen dan peneliti di PTMA harus menjadi pionir inovasi. Kita tidak boleh hanya berkutat pada teori, tetapi ilmu yang kita hasilkan harus mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan bangsa,” tegasnya.

Mahfud juga menekankan karakter pendidikan PTMA yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik. Menurutnya, pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi salah satu bekal penting bagi alumni ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

Ia mendorong para lulusan untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab moral.

“Jadikan keunggulan tersebut sebagai bekal melangkah di mana pun berada. Ingatlah, Muhammadiyah selalu hadir di berbagai penjuru,” ujarnya.

Menurut Mahfud, penguatan PTMA juga perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan riset, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya akademik secara bersama.

Dengan jejaring PTMA yang tersebar di berbagai daerah, ia menilai terdapat ruang besar untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah terhadap masyarakat dan bangsa.

Menutup arahannya, Mahfud mengajak sivitas akademika Unmuha menjaga semangat fastabiqul khairat dalam mengembangkan pendidikan, riset, dan pengabdian.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply