WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Inovasi mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis (TRE), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), berhasil meraih Medali Emas dalam International Innovation and Invention Competition (IIICe) 2026 di Malaysia.
Inovasi bernama StethoShare: A Low-Cost Speaker-Output Stethoscope for Collaborative and Safer Auscultation tersebut dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen UMP dan dipresentasikan dalam kompetisi yang diselenggarakan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada 5 Agustus 2026.
Tim inovator UMP terdiri atas Bagus Satrio Wibowo, Satula Al Fihkri, Dedi Pangat Saputra, Abdul Latif, S.T., M.Eng., dan Kusnanto Mukti W., S.Si., M.Eng.
StethoShare dikembangkan untuk menjawab keterbatasan stetoskop konvensional yang umumnya hanya dapat digunakan oleh satu orang dalam satu waktu. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran maupun pemeriksaan kolaboratif menjadi kurang optimal. Penggunaan earpiece secara bergantian juga berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan dan penularan infeksi.
Melalui pendekatan teknologi digital, StethoShare memungkinkan suara hasil auskultasi jantung dan paru-paru dikeluarkan melalui speaker sehingga dapat didengarkan oleh beberapa pengguna secara bersamaan.
Perwakilan tim, Bagus Satrio Wibowo, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari upaya mencari solusi terhadap persoalan yang ditemukan pada penggunaan stetoskop konvensional.
“Kami terdorong merancang StethoShare agar pemeriksaan auskultasi bisa didengar secara kolaboratif tanpa harus bergantian memakai earpiece. Pengembangan awal prototipe memakan waktu satu hingga tiga bulan, dengan fokus pada keamanan, usability, dan efektivitas alat,” ujar Bagus.
Menurut Bagus, proses pengembangan StethoShare tidak berhenti pada pembuatan prototipe. Tim juga melakukan pengujian untuk memastikan inovasi tersebut memiliki aspek keamanan dan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan meraih emas di IIICe 2026 menjadi pengalaman penting bagi tim karena harus membawa karya UMP bersaing dengan inovator dari berbagai negara.
“Kesempatan membawa karya dari UMP untuk bersaing dengan berbagai peserta lintas negara mengajarkan kami bahwa ide hebat harus didukung riset yang kuat. Ide yang baik adalah ide yang dituangkan dalam tindakan. Jangan takut mengeksekusi ide inovatif,” katanya.
Dosen pembimbing sekaligus anggota tim inovator, Abdul Latif dan Kusnanto Mukti, menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi antara kreativitas mahasiswa dan pendampingan dosen dalam proses pengembangan riset.
Mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan, sementara dosen memberikan penguatan dari sisi keilmuan, penelitian, dan pengembangan prototipe.
“Mahasiswa memiliki ide, kreativitas, dan semangat untuk berkarya, sementara dosen berperan memberikan arahan, pendampingan, serta penguatan dari sisi keilmuan dan riset. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin akan semakin banyak karya inovatif yang mampu membawa nama UMP ke kancah nasional maupun internasional,” ungkap keduanya.
Capaian StethoShare di IIICe 2026 sekaligus menunjukkan upaya UMP mendorong inovasi mahasiswa yang berangkat dari kebutuhan nyata. Melalui penguatan riset dan kolaborasi dosen-mahasiswa, inovasi teknologi kesehatan diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi di kompetisi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Be the first to comment