WARTAPTM.ID, SURABAYA – Karier sebagai atlet profesional tidak membuat Muhammad Syaifullah mengesampingkan pendidikan. Atlet Timnas Futsal Indonesia itu resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) melalui jalur beasiswa atlet pada Gelombang 6 penerimaan mahasiswa baru.
Syaifullah memilih Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Umsura. Melalui jalur beasiswa atlet, ia memperoleh pembebasan biaya pendidikan secara penuh.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upayanya mempersiapkan masa depan di luar lapangan. Sebelumnya, atlet kelahiran Barabai, Kalimantan Selatan, itu sempat menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Bagi Syaifullah, menjadi atlet profesional bukan alasan untuk menghentikan proses belajar. Pendidikan justru dipandang sebagai bekal penting untuk terus berkembang, termasuk ketika nantinya karier olahraga telah berakhir.
“Saya merasa proses belajar itu sebenarnya belum selesai. Saya ingin terus berkembang, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai pribadi yang punya bekal untuk masa depan setelah karier di olahraga nanti,” ujar Syaifullah, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai karier seorang atlet memiliki batas waktu. Karena itu, pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif berkompetisi.
“Karier atlet tidak selamanya ada di lapangan. Pendidikan menjadi bekal untuk berpikir lebih luas, mengambil keputusan, dan mempersiapkan kehidupan profesional nantinya,” katanya.
Syaifullah memilih Umsura karena menilai lingkungan akademik kampus memberikan ruang bagi mahasiswa yang tetap menjalani karier sebagai atlet profesional. Menurutnya, dukungan tersebut penting mengingat aktivitas atlet tidak hanya berkaitan dengan perkuliahan, tetapi juga latihan, pemusatan latihan, hingga pertandingan yang berlangsung di berbagai daerah maupun negara.
Untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier olahraga, Syaifullah mengandalkan kedisiplinan dalam mengatur waktu.
“Saya biasanya membuat jadwal yang disiplin antara latihan, pertandingan, dan kuliah. Komunikasi dengan dosen, tim, dan manajemen juga penting supaya semuanya bisa berjalan seimbang,” imbuhnya.
Di Umsura, Syaifullah juga bergabung dengan sejumlah pemain Timnas Futsal Indonesia yang lebih dahulu menempuh pendidikan di kampus tersebut. Mereka antara lain Israr Megantara, Samuel Eko, Dewa Rizki Amanda, Yogi Saputra, dan Romi Humandri.
Syaifullah mengambil Program Studi Manajemen, sama seperti sejumlah pemain Timnas Futsal lainnya yang telah lebih dahulu menjadi mahasiswa FEB Umsura.
Kehadiran Syaifullah sekaligus menambah deretan atlet berprestasi yang melanjutkan pendidikan tinggi di Umsura.
Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (BPMB) Umsura, M. Febriyanto Firman Wijaya, mengatakan beasiswa atlet yang diberikan kampus tidak terbatas pada cabang olahraga futsal. Program tersebut terbuka bagi atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga di seluruh Indonesia.
“Saat ini total sudah ada delapan atlet Timnas Futsal yang kuliah di sini dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah,” ujar Febriyanto.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Umsura dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus memastikan para atlet tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Umsura, kata Febriyanto, memberikan beasiswa penuh kepada atlet berprestasi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan olahraga nasional.
“Di Umsura ada kurikulum khusus atlet. Mahasiswa atlet mendapatkan pembebasan uang gedung, dana pendidikan, hingga biaya formulir,” pungkasnya.
Program tersebut memberikan ruang bagi atlet untuk menjalani dua peran sekaligus, yakni mengembangkan prestasi olahraga dan mempersiapkan kapasitas akademik.
Bagi Syaifullah, keputusan melanjutkan pendidikan menjadi bagian dari investasi jangka panjang. Prestasi di lapangan tetap menjadi target, tetapi pendidikan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelah karier olahraga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh prestasi saat bertanding. Pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan, kemandirian, dan masa depan setelah masa kejayaan di dunia olahraga.
Dengan dukungan beasiswa dan lingkungan akademik yang adaptif terhadap kebutuhan atlet, Umsura terus membuka ruang bagi generasi berprestasi untuk tumbuh di dua arena sekaligus: unggul di lapangan dan siap menghadapi masa depan melalui pendidikan.
Be the first to comment