UAD Tambah Tujuh Guru Besar, Total Kini 64 Profesor

UAD Tambah Tujuh Guru Besar, Total Kini 64 Profesor
Penyerahan SK 7 Guru Besar baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan bertambahnya tujuh guru besar baru. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang kenaikan jabatan akademik tersebut berlangsung di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah, Selasa (10/2/2026).

Tujuh dosen yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar meliputi:

  1. Shafit (pembelajaran fisika berbasis laboratorium dan ICT);
  2. Wahyu Widyaningsih (farmakologi dan toksikologi);
  3. Nina Salamah (autentifikasi herbal dan analisis halal);
  4. Yudi Ari Adi (pemodelan matematika interaksi populasi);
  5. Fatwa Tentama (psikologi kerja);
  6. Dian Artha K., (evaluasi pembelajaran fisika); serta
  7. Wajiran (kritik sastra).

Dengan penambahan tersebut, UAD kini memiliki total 64 guru besar.

Mewakili para guru besar yang menerima SK, Ishafit menyampaikan bahwa proses pendampingan intensif dari Badan Sumber Daya Manusia (BSDM) UAD memberikan pemahaman baru mengenai jabatan fungsional akademik.

“Jabatan fungsional akademik bukan sekadar hak, tetapi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap dosen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, tim pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pengusulan hingga terbitnya SK guru besar tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang SDM UAD, Norma Sari, menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam jabatan guru besar.

“Integritas adalah kata kunci. Kejujuran intelektual, etika akademik, dan tanggung jawab moral menjadi nilai yang harus dipegang oleh setiap guru besar,” tegasnya.

Menurutnya, kejujuran intelektual, etika akademik, serta tanggung jawab moral menjadi nilai yang tidak dapat ditawar. Dalam regulasi terbaru, guru besar juga dituntut mampu bekerja secara mandiri, membina dosen di jenjang bawahnya, serta menghadirkan keilmuan sebagai amal kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Pembina Harian UAD, Azman Latif, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK bagi tujuh dosen sekaligus.

“Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri karena tidak sekadar kehormatan. Tetapi amanah yang harus dijalankan sesuai norma dan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada para guru besar, tim pendamping, BSDM, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, memberikan apresiasi atas konsistensi UAD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Tugas guru besar adalah menjadi teladan dan melahirkan guru besar-guru besar berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas akademik, membangun budaya riset dan inovasi, serta menjunjung tinggi integritas riset di tengah tuntutan publikasi internasional dan pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

Dengan bertambahnya tujuh profesor baru, UAD diharapkan semakin memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*