Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) menyelenggarakan Talkshow bersama Qori dan Qoriah Internasional pada Kamis, 26 Februari 2026, di Aula Kampus 3. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut diikuti pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat umum.
Talkshow ini menjadi bagian dari komitmen UM Bima dalam memperkuat nilai religiusitas dan pembentukan karakter mahasiswa, selaras dengan semangat kampus yang mengedepankan keunggulan, humanitas, dan spiritualitas.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang dikenal luas dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional, yakni Syamsuri Firdaus, Mastia Lestaluhu, dan Farhan Muhammadi.
Dalam sambutannya, Rektor UM Bima, Ridwan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar forum berbagi pengalaman, melainkan bagian dari ikhtiar kampus dalam membangun generasi Qur’ani.
“Talkshow ini bukan sekadar berbagi pengalaman, tetapi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an serta memotivasi generasi muda agar berani tampil dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Perjalanan Spiritual dan Konsistensi Latihan
Pada sesi pertama, Syamsuri Firdaus membagikan kisah perjalanan spiritual dan proses panjang yang ia tempuh hingga meraih prestasi internasional. Ia menekankan pentingnya disiplin, latihan konsisten, serta menjaga keikhlasan dalam mempelajari Al-Qur’an.
Menurutnya, capaian prestasi tidak terlepas dari kesungguhan dan doa yang terus menyertai setiap proses belajar.
Sementara itu, Mastia Lestaluhu memberikan motivasi khusus bagi mahasiswi dan generasi muda perempuan. Ia menyoroti peran strategis perempuan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia mengajak peserta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman.
Bangun Ekosistem Tilawah Berkelanjutan
Dalam sesi dialog interaktif, Farhan Muhammadi menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pelatihan tilawah yang berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi UM Bima yang dinilai telah menyediakan ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang seni baca Al-Qur’an.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab seputar teknik vokal, manajemen waktu antara akademik dan latihan, hingga menjaga motivasi dalam proses pembinaan. Selain talkshow, acara turut diisi dengan penampilan tilawah yang menghadirkan suasana khidmat dan memperkuat nuansa spiritual.
Melalui kegiatan ini, UM Bima berharap dapat terus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus berakhlak dan berjiwa Qur’ani. Talkshow tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memadukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan penguatan nilai-nilai keislaman.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi sebagai simbol komitmen untuk terus membumikan Al-Qur’an di lingkungan kampus dan masyarakat luas, sekaligus mempertegas posisi UM Bima sebagai perguruan tinggi yang unggul dan religius di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Be the first to comment